Timika (suaramimika.com) – Banjir rob atau genangan air laut di wilayah pesisir yang terjadi akibat pasang laut tinggi, perubahan iklim, dan penurunan muka tanah adalah fenomena alam yang biasa terjadi setiap tahun.
Hal itu diungkapkan Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame, Rabu (12/11/2025). Penjelasan soal banjir rob ini diungkapkan oleh Yulius usai beredarnya video dari kepala sekolah SD Amamapare di grup Whatsapp. Dari video yang beredar, disebutkan jika sekolah di Amamapare tersebut tergenang akibat banjir.
Melihat informasi tersebut, Yulius menerangkan jika banjir rob yang terjadi saat ini adalah fenomena alam. Di mana, fenomena alam ini terjadi dalam kurun waktu dua kalo setahun yakni di bulan April dan menjelang Desember.
“Banjir rob itu fenomena alam, bukan dari buatan manusia. Jadi saya harap tidak ada yang terlalu membesar-besarkan informasi. Banjir rob ini sering sekali terjadi di wilayah pesisir Mimika,” ujar Yulius.
Banjir rob kata Yulius, diketahui memang terjadi terutama pada bulan April dan Desember. Debit air sebutnya bisa mencapai 40 sentimeter.
“Menjelang Desember, debit air naik tinggi sampai ketinggian tabel air pasang mencapai 40. Pelabuhan Poumako saja air sampai naik,” ungkapnya.
Melihat fenomena alam ini, kata Yulius, pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk melakukan pembangunan infrastruktur
“Jika membangun, lihat ketinggian debit air. Tiang kaki bangunan harus diatas 3 – 4 meter untuk antisipasi kenaikan debit air,” ungkapnya.
Yulius menyebut, seperti saat ini sedang dilakukan pembangunan rumah dinas guru sesuai dengan konstruksi yang ia ajukan.
“Harapan saya ke depan bila mana ada pengembangan gedung sekolah, Dinas Pendidikan dan kontraktor harus koordinasi dengan kepala distrik,” imbuh Yulius. (Sitha)




















