Timika (suaramimika.com) – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan
kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar pelatihan pertolongan pertama tingkat dasar, Rabu (12/11/2025) di Hotel Front One Jalan Hasanuddin.
Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Mimika, Johannes Rettob, pelatihan ini masih akan berlangsung sampai Tanggal 16 November mendatang.
Ketua PMI yang juga merupakan Bupati Mimika ini mengatakan, pelatihan pertolongan pertama tingkat dasar ini digelar dengan tujuan agar relawan kemanusiaan semakin siap siaga dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
“Pelatihan seperti ini memiliki nilai
strategis dalam membentuk masyarakat yang tangguh, peduli, dan berdaya
dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan,” ujar Rettob.
Kata Rettob, musibah, kecelakaan, maupun keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa diduga.
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan individu yang memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan seseorang.
“Oleh karena itu PMI telah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai bidang, mulai dari pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, penanggulangan bencana, hingga pendidikan dan pembinaan generasi muda,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PMI tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kepedulian, ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong royong.
Rettob berharap agar seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat.
“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk menambah pengetahuan, memperkuat keterampilan, dan menumbuhkan empati sosial dalam diri kita masing-masing,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Rettob menegaskan bahwa kemampuan pertolongan pertama bukan
hanya tugas tenaga medis atau relawan PMI, melainkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai sesama manusia.
Dengan kemampuan tersebut,
setiap warga dapat menjadi bagian penting dalam rantai penyelamatan nyawa memberikan bantuan awal sebelum pertolongan medis lanjutan tiba.
Pemerintah daerah tambahnya terus mendukung kegiatan seperti ini, karena upaya peningkatan kapasitas sdm di bidang kemanusiaan sejalan dengan semangat pembangunan manusia seutuhnya.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, PMI, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat luas harus terus diperkuat agar pelayanan
kemanusiaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke
pelosok daerah,” imbuhnya. (Sitha)




















