Info TNI

Satgas Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi 18 Pekerja PTFI dari Gangguan OPM

×

Satgas Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi 18 Pekerja PTFI dari Gangguan OPM

Sebarkan artikel ini
Satgas TNI Habema bersama para pekerja PTFi.

Timika (suaramimika.com) – Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema, berhasil mengevakuasi 18 pekerja PT Freeport Indonesia beserta personel pengamanan dari wilayah pos Tower 270, Papua.

Evakuasi dilakukan setelah para pekerja dan personel pengamanan terjebak selama tiga hari, akibat gangguan dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Timika, pada Sabtu,(10/1/2026).

Pelaksanaan operasi berlangsung di medan yang sulit, dengan tingkat ancaman yang tinggi serta keterbatasan waktu sebagai faktor krusial.

Dalam kondisi tersebut, negara hadir melalui langkah-langkah yang terencana dan profesional sehingga seluruh personel yang terdampak dapat dievakuasi dengan aman.

Operasi ini menjadi wujud komitmen TNI, dalam menjalankan tugas pengamanan dan perlindungan secara bertanggung jawab.

Pergerakan pasukan dilaksanakan secara senyap dengan menembus medan ekstrem pegunungan, yang memiliki ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut.

Untuk menjaga keberlangsungan operasi serta kondisi para pekerja yang terisolasi, Satgas TNI menyalurkan dukungan logistik dan obat-obatan.

Setelah dua hari pelaksanaan operasi, Satgas Koops Habema berhasil menguasai kembali pos Tower 270 yang merupakan Objek Vital Nasional.

Seluruh pekerja dan personel pengamanan, berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan terkendali.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si. menegaskan bahwa operasi tersebut dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta mengedepankan keselamatan seluruh personel dan warga sipil.

“Operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara, dalam melindungi masyarakat dan mengamankan Objek Vital Nasional. Seluruh tindakan dilakukan secara terukur dan terencana,” tegas Pangkoops Habema.

Keberhasilan operasi ini mencerminkan kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI dalam melindungi masyarakat, serta mengamankan Objek Vital Nasional di wilayah rawan, khususnya di Papua. (Yero)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *