T
Timika (suaramimika.com) – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika, menggelar Ibadah syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di gedung Tongkonan di Jalan Sam Ratulangi pada Senin (19/1/2026).
Ibadah syukuran ini mengambil Tema “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” (Matius 1 : 21-24) dan Sub tema “Nyatakan kasih dan perkuat tali persaudaraan KKSS Kabupaten Mimika”.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ananias Faot dalam sambutannya menyebut jika dalam keberagaman, KKSS telah berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Mimika adalah daerah yang majemuk dengan beragam suku, budaya dan agama. Dengan momen Natal dan Tahun Baru ini, menjadi bukti jika KKSS telah berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial dan pembangunan di daerah ini,” jelas Ananias.
Momen Natal dan Tahun Baru sebutnya, diharapkan bisa menjadi pondasi dalam menjaga keharmonisan masyarakat di Mimika.
Kata Ananias, Pemkab Mimika terus berkomitmen untuk mendukung paguyuban termasuk didalamnya KKSS.
Sementara itu Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar mengatakan, sesuai dengan tema ibadah syukuran ini ada dua poin yakni tentang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menurutnya sejak KKSS berdiri, baru kali ini diadakan Natal dan Tahun Baru bersama. Kata dia, ini adalah langkah yang baik untuk membangun kebersamaan dan sebagai wujud nyata bentuk toleransi di Kabupaten Mimika.
H.Iwan mengimbau warga KKSS di perantauan ini, untuk terus menjaga nilai budaya dan filosofi Bugis-Makassar.
“Saya mengiimbau warga KKSS untuk menjaga nilai budaya, kebersamaan dan Filosofi Bugis-Makassar Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi” ujar H.Iwan.
Kata H. Iwan, ada empat etnis di KKSS yakni Bugis, Mandar, Makassar, dan Toraja, serta pengakuan Tionghoa.
Sebagai orang yang beragama dan menjaga nilai adat, maka warga KKSS diharapkan dapat saling menjaga keharmonisan, menjaga nilai kemanusiaan dalam keberagaman.
Ia juga berharap agar kebersamaan ini terus berlanjut, dan tidak ada sekat dalam berorganisasi di tubuh KKSS.
Pada momen ibadah syukuran ini, liturgi dipimpin oleh Pdt Mardiana Padang, STh dan ibadah dipimpin oleh Pastor Dr. Petrus Bine Saramae, PR.
Pada momen ibadah syukur ini, Pastor Dr. Petrus Bine Saramae, PR, Pendeta Samuel Datulalong, dan Ustadz Abdul Syakir juga memimpin doa bersama.
Sementara itu, dalam khotbahnya, Pastor Petrus mengatakan umat Kristen telah merayakan Natal dalam berbagai komunitas dan menyambut tahun baru.
Pastor Dr. Petrus mengutip firman dari Matius 22 Ayat 34 sampai 40 yang menyatakan bahwa seluruh Hukum Taurat dan ajaran para nabi (Perjanjian Lama) bergantung pada dua perintah utama yakni mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kemudian mengasihi sesama manusia, seperti diri sendiri.
Yesus menyatakan bahwa kedua hukum kasih ini adalah yang terpenting, dan menjadi dasar dari semua hukum lainnya, menekankan bahwa kasih kepada Allah dan sesama adalah inti dari iman Kristen. (Sitha)




















