Timika (suaramimika.com) – Menyusul maraknya penyakit flu super di Indonesia hingga akhir Desember 2025, Puskesmas Timika memperketat skrining kepada pasiennya.
Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung, Selasa)20/1/2026) mengatakan, berdasarkan informasi Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes), situasi varian baru infulenza A (H3N2) subclade K atau disebut ‘ super flu’ di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.
“Sekarang ini memang lagi gencar-gencarnya flu super, dan kami di puskesmas sudah ada imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan,”ujar dr Mozes.
Puskesmas Timika kata dia, telah mengeluarkan imbauan kepada tenaga kesehatan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya kasus flu super di wilayah Mimika.
Dinas Kesehatan ungkapnya juga telah siap apabila sewaktu-waktu terdapat peringatan dari Kementerian Kesehatan terkait flu super.
“Kita sebenarnya sudah siap. Skrining kita perketat. Jika ada pasien dengan gejala tertentu, kami akan menanyakan riwayat perjalanan satu minggu terakhir, itu sudah otomatis,” ungkap dr Mozes.
Selain itu, mekanisme pelaporan juga diperketat. Jika sebelumnya laporan kesehatan bersifat mingguan, untuk kasus yang dicurigai flu super dilakukan pelaporan harian.
“Per 24 jam, kalau ditemukan atau dicurigai, langsung dilaporkan. Namun sampai saat ini, kami belum menemukan atau mendapatkan laporan kasus yang dicurigai terkait flu super,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pengalaman penanganan Covid-19 sebelumnya menjadi bekal penting bagi tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi wabah penyakit baru.
“Sistemnya sudah seperti waktu Covid kemarin. Jadi kalau ada kasus-kasus seperti itu, kami Puskesmas sudah tidak kaget lagi,”pungkas dr Mozes. (Sitha)




















