Timika (suaramimika.com) – Pada tahun 2025 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak karena adanya peningkatan kasus yang saling berhubungan secara epidemiologi.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes, Kamaludin, Selasa (20/1/2026) mengatakan, setelah menetapkan KLB campak pada tahun lalu, pihaknya akan melaksanakan imunisasi kejar.
Imunisasi kejar adalah mendata anak-anak yang belum diimunisasi lalu melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah.
“Kita lakukan imunisasi kejar, anak-anak yang belum diimunisasi kita datangi langsung ke rumah. Tujuannya supaya penularan bisa kita hentikan,” ujar Kamaludin.
Dari hasil pemantauan, Kamaludin menyebut jika tren kasus campak mulai menurun pada bulan Desember 2025.
Walaupun jumlah kasus terduga masih tercatat sekitar 29 kasus yang tersebar di beberapa wilayah, namun kata dia, kasus tersebut masih bersifat suspek karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sampai saat ini ada sekitar 29 kasus terduga. Yang sudah keluar hasil laboratoriumnya, itu benar-benar positif campak. Sampel darah kita kirim ke Surabaya, prosesnya memang cukup panjang,” jelas Kamaludin.
Dari sekitar 120 sampel yang diperiksa di Surabaya, sebagian dinyatakan positif campak. Sementara itu sisanya negatif meskipun memiliki gejala yang mirip.
Selanjutnya tambah Kamaludin, untuk penanganan kasus campak tidak memiliki obat khusus, namun dapat dicegah melalui imunisasi.
Pasien yang terkonfirmasi campak ditangani sesuai gejala, dan apabila mengalami komplikasi berat seperti pneumonia, akan dirawat di fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah, semua kasus sudah tertangani dan tidak ada laporan kematian akibat campak,” ungkap Kamaludin.
Faktor utama munculnya kembali penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini tambahnya dikarenakan adanya rendahnya cakupan imunisasi.
Untuk itulah ia mengimbau para orang tua agar membawa anak-anak mereka ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap.
“Kami berharap orang tua membawa bayinya ke posyandu untuk imunisasi lengkap, bukan hanya campak, tapi juga BCG, DPT, polio, dan lainnya agar anak-anak punya kekebalan,” pungkas Kamaludin. (Sitha)




















