Timika (suaramimika.com) – Setelah terbentuk, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika, pada pekan ini masih dilakukan persiapan ruangan kantor yakni di eks kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di gedung D lantai II kantor Pusat Pemerintahan.
Plt Kepala Brida Mimika, Slamet Sutedjo pada Senin (26/1/2026) mengatakan, persiapan kantor dilakukan dengan pembersihan ruangan. Sehingga diharapkan pada awal Bulan Februari, para pegawai sudah dapat berkantor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pekan ini kami clean up ruangan, agar di awal bulan Februari sudah bisa masuk kantor” ujar Slamet.
Selain akan berkantor di gedung Pusat Pemerintahan, direncanakan mulai Selasa (27/1/2026) besok, layanan Brida juga dibuka di Mal Pelayanan Publik (MPP) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Jadi nanti Selasa besok, kami akan bergabung di MPP. Ada loket layanan Brida di MPP. Kami sudah koordinasi dengan DPMPTSP,” jelas Slamet.
Loket Brida di MPP ungkap Slamet, dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada pihak eksternal, OPD lain, dan masyarakat terkait dengan inovasi yang sudah diciptakan, ataupun ide serta inovasi yang baru.
Di loket Brida yang ada di MPP juga, akan membantu kepengurusan dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang selama ini masih terpisah-pisah untuk dilindungi.
Selain itu, Brida juga sudah berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk izin penelitian dari siswa-siswi SMA dan SMK mulai tahun ini dilangsungkan lewat Brida.
Sementara terkait dengan teknis dan operasional Brida kata Slamet, masih dalam tahapan koordinasi dengan Bappeda. Walaupun secara struktur Brida adalah badan baru eselon II tipe C, yang terdiri dari satu sekretaris dan dua Kasubbag serta dua Kepala Bidang masing-masing dengan tiga Kasubbit dipandang akan lebih maksimal.
“Kita akan semaksimal mungkin mengawali di Tahun 2026 menjadi OPD baru, yang harus bisa menjawab ekspektasi, memikirkan Mimika ke depan. Sehingga kajian terkait dengan dinas teknis sudah diarahkan ke Brida. Tentunya kolaborasi lintas sektor ini penting,” urai Slamet. (Sitha)




















