Timika (suaramimika.com) – RSUD Kabupaten Mimika menerima kunjungan pasien di Tahun 2025 sebanyak 141.259 pasien. Jumlah kunjungan ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024.
Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu, Sp THT-KL MKes, Selasa (3/2/2026) mengatakan, dari total pasien yang datang, terbagi pada kunjungan di Instalasi Rawat Darurat (IRD) sebanyak 51.676 pasien, kemudian kunjungan rawat jalan sebanyak 70.170 pasien. Sementara itu, untuk rawat inap sebanyak 19.413 pasien. Adapun total kunjungan pasien di tahun 2025 sebanyak 141.259 pasien.
“Tahun Ini (kunjungan pasien) 2025 meningkat dari tahun 2024 dimana tahun 2025 jumlah kunjungan 141.259 sedangkan tahun 2024 sebanyak 119.648 pasien. Jadi total kunjungan mengalami peningkatan 18,5 persen,” ujar Anton.
Kata Anton, peningkatan jumlah pasien paling banyak ada di Instalasi Gawat Darurat. Di mana, pada tahun 2024 kunjungannya sebanyak 32.387 pasien dan tahun 2025 naik menjadi 51.676 pasien atau meningkat 59,6 persen. Namun dari jumlah pasien yang ke IRD (Instalasi Rawat Darurat) itu sebanyak 40% merupakan kategori non-emergency, misalnya batuk pilek atau malaria tanpa komplikasi yang sebenarnya dapat dilayani di poli rawatjalan ataupun di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).
Adanya peningkatan jumlah kunjungan pasien sebut Anton dikarenakan beberapa sebab yakni adanya penambahan jenis layanan, peningkatan pelayanan, meningkatnya angka kesakitan dan khusus pasien ke IRD kategori non-emergency, mungkin ketidakpahaman masyarakat terkait alur layanan sehingga dengan melalui koordinasi diharapkan stakeholder terkait yang bertanggungjawab akan hal ini, dapat mensosialisasikan ke masyarakat terkait alur ini dan juga mengontrol serta dilakukan penguatan di FKTP (Fasilitas Kesehatah Tingkat Pertama) baik SDM dan juga sarana prasarana agar pelayanan dapat lebih maksimal.
RSUD kini memiliki penambahan layanan spesialis ortopedi dan spesialis gizi klinik serta penambahan dokter spesialis di bagian interna dan bedah. Pada pertengahan tahun lalu juga ada pengisian kembali layanan dokter spesialis jantung.
Lanjutnya, dengan kondisi peningkatan jumlah pasien rawat inap (BOR), mengharuskan penambahan tempat tidur (ekstra bed) di beberapa ruangan rawat inap, sehingga capaian angka BOR melebihi nilai standar yakni 60%-85% persen. Mengenai persoalan ini, pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan daerah (bupati) dan DPRK khususnya Komisi III DPRK.
Mengenai jumlah kunjungan pasien yang meningkat serta kebutuhan ruangan rawat inap ini tambah Anton, pihaknya juga sudah mengusulkan adanya penambahan gedung ruang rawat inap.
“Kami usulkan penambahan gedung ruang rawat inap dan ini sudah sesuai dengan master plan,” jelas Anton.
Direncanakan pembangunan tambahan ruangan rawat inap dengan kapasitas 123 bed.
“Jadi pembangunanya mulai tahun ini, kemudian diharapkan selesai di 2028,” pungkas Anton. (Sitha)




















