Religi

Tradisi Sambut Bulan Suci, DKM Mimika Mulai Dengan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah

×

Tradisi Sambut Bulan Suci, DKM Mimika Mulai Dengan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau bersama Ketua DMI Mimika KH. Abdul Muthalib Elwahan, Anggota DPRK Rampeani Rahman dan pihak terkait dalam agenda tarhib Ramadan 1447 hijriah.

Timika (suaramimika.com)- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika menyelenggarakan tarhib Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tarhib yakni tradisi menyambut bulan suci ramadan dengan penuh kebahagiaan, sukacita, dan persiapan jiwa raga ini diselenggarakan di Ballroom Cenderawasih, Hotel Serayu Timika, Selasa (10/2/2026)

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau mengapresiasi tarhib Ramadan yang diselenggarakan oleh DMI Mimika.

Tarhib ini kata Bokeyau adalah momentum yang sangat penting sebagai sarana untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh kesiapan baik secara spiritual, mental maupun sosial.

Kata Bokeyau, peran DMI, para dai serta pengurus masjid sangat penting dalam membina umat, memperkuat nilai-nilai keislaman dan menjaga persatuan serta kerukunan di tengah masyarakat Mimika yang majemuk.

“Melalui tarhib Ramadan ini para dai dan pengurus masjid dapat menyatukan visi dan misi serta semangat dalam menyemarakkan Ramadan dengan kegiatan yang positif, menyejukkan serta membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Bokeyau.

Ketua DMI Mimika, KH. Abdul Muthalib Elwahan dalam arahannya berharap agar para mubalig dapat terus menjaga marwah masjid itu sendiri.

Ia juga berharap agar mubalig ke depannya bisa menegur takmir yang mengeluarkan suara keras di udara melalui pengeras suara di masjidnya. Ada batasan volume suara yang harus diperhatikan oleh semua masjid di tengah heterogenya masyarakat di Mimika ini.

“Para DKM sampaikan kepada takmir untuk menjaga hal ini karena banyak saudara dari lintas agama yang lain,” ujar Muthalib

Ia juga berharap kepada para mubalig selama bulan Ramadan termasuk khutbah Jumat agar tidak memberikan ceramah lebih dari 15 menit.

“Jagalah ketenangan Ramadan dan umat lain agar kita semua tetap bersaudara,” jelas Muthalib.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPRK Mimika, Hj Rampeani Rahman menyebut melalui tarhib Ramadan ini, semua umat Islam bisa menyambutnya dengan niat untuk mendapatkan ridho Alloh SWT.

Rampeani berharap selama masa bulan suci Ramadan nanti, para ‘pelayan umat’ bisa tetap memberikan manfaat bagi keberkahan umat Islam. Baik imam masjid, mubalig sampai takmir masjid ia harapkan tetap bisa terus tersenyum, sehat dan memberikan pelayanan kepada umat.

“Saya harapkan baik dai maupun pengurus masjid bisa terus memberikan pelayanan bagi umat, tetap sehat wal afiat selama bulan suci Ramadan,” pungkas Rampeani. (Sitha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *