Kabar Mimika

Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia di Mimika Gelar Festival Pasar Imlek 2577/2026

×

Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia di Mimika Gelar Festival Pasar Imlek 2577/2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob saat menabuh genderang membuka festival pasar Imlek.

Timika (suaramimika.com) – Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika, menggelar Festival Pasar Imlek 2577/2026 di seputaran Jalan Budi Utomo, pada Minggu (15/2/2026).

Festival ini digelar dalam rangka, menyambut Hari Raya Imlek 2577/2026, dan dibukan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob. Festival ini berlangsung selama dua hari kedepan.

Bupati mengatakan, melalui tema “Harmoni Imlek Nusantara” ini, diangkat untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di Indonesia.

Bupati juga menyebut kesempatan untuk merayakan keberagaman budaya, memperkuat persatuan, dan menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa.

“Melalui tema Harmoni Imlek Nusantara, Bulan Februari 2026 ini luar biasa. Banyak momen keagamaan. Mulai dari Imlek, Ramadan dan Idul Fitri, Pra Paskah sampai Nyepi. Tahun harmoni benar-benar menunjukkan keharmonian kita,” ujar Rettob.

Selain itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada PSMTI Mimika yang telah menggelar festival pasar Imlek ini.

“Terima kasih kepada PSMTI, yang telah menggelar festival Imlek ini. Jadi mari kita semua berdoa, bersyukur kepada Tuhan sesuai dengan iman dan keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Ia berharap melalui festival Imlek ini, semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan, keharmonisan dan kedamaian dengan tujuan menciptakan masyarakat yang aman dan bahagia di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Ketua PSMTI Mimika, Ir. Rusli Gunawan menyebut jika festival Imlek ini diikuti oleh kurang lebih 38 stand Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kata Rusli, Festival Pasar Imlek merupakan satu budaya Thionghoa, yang digelar dalam rangka menyambut Imlek.

“Tahun ini adalah Shio Kuda Api. Semoga kemakmuran, kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, hoki menjelang Hari Imlek Tanggal 17 nanti,” ungkapnya.

Selanjutnya, perayaan ini nanti akan diteruskan dengan Cap Go Meh pada Tanggal 3 Maret mendatang, dengan mengundang tokoh-tokoh agama dan paguyuban lainnya.

Rusli beharap di tahun-tahun yang akan datang, bersama dengan Kesbangpol dan paguyuban lainnya akan membuat suatu kegiatan yakni Pasar Raya untuk menarik wisatawan ke Timika.

“Saya berhatap dengan kolaborasi dan kebersamaan ini bisa membawa satu nuanasa harmoni antar umat beragama, suku untuk berkolaborasi di Kabupaten Mimika. Ke depan juga kita dengan paguyuban lain bisa buat pasar raya untuk menarik minat wisatawan ke sini,” pungkas Rusli. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *