Mimika

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Masyarakat Jawa di Mimika Antusias Ikut Kirab dan Pentas Seni

×

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Masyarakat Jawa di Mimika Antusias Ikut Kirab dan Pentas Seni

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Jawa saat konvoi kendaraan dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Timika (suaramimika.com) – Ribuan masyarakat Jawa di Kabupaten Mimika, sangat antusias mengikuti kirab dan pentas seni budaya dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kirab dan pentas seni yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika ini, berlangsung di lapangan Eks Pasar Swadaya Pasar (Lama Timika), pada Minggu (15/2/2026).

Kirab dan pentas seni dibuka dengan deklarasi Jawa Manunggal, yang langsung dibacakan oleh Ketua Umum KKJB Mimika, H. Syaikuri.

Seluruh peserta yang terdiri dari paguyuban di bawah naungan KKJB, mengikuti ikrar bersama. Ikrar ini sebagai bentuk komitmen untuk menjaga persatuan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Melalui deklarasi ini, KKJB menegaskan kesetiaan terhadap NKRI, komitmen untuk tetap solid dalam satu wadah organisasi, serta kesiapan untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.

“KKJB tetap bersatu, KKJB tetap manunggal. Demi orang Jawa, demi Kabupaten Mimika, orang Jawa harus bermanfaat bagi Mimika,” ujar Syaikuri. 

Kirab budaya yang menampilkan ragam kesenian Jawa, menjadi simbol kecintaan terhadap warisan leluhur sekaligus wujud pelestarian identitas budaya di tanah rantau.

Kegiatan ini juga, menjadi ruang mempererat kebersamaan lintas paguyuban.

KKJB didirikan dengan visi mengangkat, mempertahankan harkat dan martabat masyarakat Jawa. Misinya, mewujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat Jawa, mewadahi dan mengayomi paguyuban-paguyuban Jawa di Kabupaten Mimika dan memelihara, menjaga serta mengembangkan tradisi budaya atau kesenian warisan adiluhung para leluhur. 

Staf Ahli Bupati Bidang SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan kirab budaya bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata menjaga jati diri bangsa.

Menurutnya, menjelang Ramadan, kegiatan tersebut memiliki makna penting untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan toleransi, serta mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya KKJB, untuk terus menjaga kerukunan, menciptakan suasana yang kondusif, serta mendukung program pembangunan daerah demi kemajuan Mimika.

“Semangat Jawa Manunggal harus menjadi perekat persaudaraan dalam bingkai NKRI, di mana perbedaan bukan pemisah, tetapi kekuatan untuk membangun kebersamaan di tanah Papua,” ujarnya.

Usai deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi budaya yang melintasi rute Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Belibis, Budi Utomo, Hasanuddin, Yos Sudarso dan kembali ke lokasi acara. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *