Kabar Mimika

Soal Tapal Batas Kapiraya, Setiap Kabupaten Bentuk Tim Sendiri

×

Soal Tapal Batas Kapiraya, Setiap Kabupaten Bentuk Tim Sendiri

Sebarkan artikel ini
Johannes Rettob.

Timika (suaramimika.com) – Setiap kabupaten diarahkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, untuk membentuk tim sendiri guna memberi penegasan soal tapal batas dan tapal hak ulayatnya masing-masing.

Penegasan tersebut didapat setelah Pemprov Papua Tengah memfasilitasi rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terkait soal tapal batas Kapiraya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan dari hasil pertemuan dengan Pemprov Papua Tengah, pihaknya akan melakukan harmonisasi dengan masyarakat setempat soal tapal batas dan hak ulayat di Kapiraya.

Bukan saja kepada Pemkab Mimika, arahan yang sama juga dilakukan oleh Kabupaten Dogiyai dan Deiyai.

“Jadi kami di kabupaten, kami minta kepada masyarakat kita tunjuk sendiri batasnya sampai di mana. Kemudian orang Dogiyai juga begitu, orang Deiyai juga begitu,” ujar Bupati pada Minggu (14/2/2026).

Setelah melakukan harmonisasi dengan masyarakat setempat, kata Bupati, hasil dari penegasan tapal batas dan hak ulayat itu, nantinya dicocokan secara bersama-sama di tingkat provinsi.

“Kalau kita sudah menentukan itu semua, tapal batas wilayah kita sepakati bersama, ini hak ulayat siapa, dan kita sudah sepakati. Sesudah itu kita bawa ke Kementerian Dalam Negeri, untuk menentukan tapal batas pemerintahan,” ungkapnya.

Lanjut Bupati, ada beberapa hasil lain dari keputusan rapat tersebut yakni, pemerintah membentuk tim.

Selain itu, selama proses penyelesaian tapal batas tidak boleh ada satu pihak pun masyarakat bikin gerakan tambahan, tidak boleh aktivitas ada segala macamnya, dan tidak boleh ada penerbangan ke Kapiraya.

“Pak Gubernur akan membuat surat kepada semua operator penerbangan di Papua, untuk tidak boleh terbang ke Kapiraya untuk sementara. Ini beberapa keputusan yang kita putuskan,” jelasnya.

Dalam rapat itu para Bupati juga ditekankan agar, menjaga semua masyarakatnya untuk tetap tenang.

Selanjutnya pada rapat tersebut, semua pihak yang terkait dengan tapal batas hadir dalam pertemuan.

“Kita sepakat dan semua hadir. Saya juga sudah bicara dengan pak Bupati Deiyai bahwa, nanti dia akan kirim tim tapi melalui sini karena dia tidak bisa akses ke sana (Kapiraya) dari sana (Deiyai),” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *