Timika (suaramimika.com) – Dalam rangka menyongsong HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-52 dan International Nurses Day ke-62, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Kesehatan menggelar Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) berbasis panduan American Heart Association (AHA) yang diikuti oleh ratusan perawat se-Kabupaten Mimika.
Pembukaan lomba berlangsung di Horison Ultima, Rabu (18/2/2026).
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PPNI Kabupaten Mimika yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan ini.
Kata Santy, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta solidaritas tenaga kesehatan, khususnya para perawat, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
BHD kata Santy, merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Kemampuan dalam melakukan tindakan penyelamatan pertama pada kondisi kegawatdaruratan menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa seseorang sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Tenaga perawat sebagai garda terdepan dalam kesehatan dituntut untuk selalu sigap, tanggap, dan profesional dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta sumber daya manusia di bidang kesehatan yang kompeten, berintegritas, serta mampu pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antar tenaga kesehatan di kabupaten Mimika. Kolaborasi dan kerja sama yang baik antar profesi kesehatan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika senantiasa mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, karena kami menyadari bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan itu sendiri. Dengan tenaga kesehatan yang profesional dan terampil, maka derajat kesehatan masyarakat pun akan semakin meningkat,” pungkas Santy. (Sitha)











