Kabar Mimika

Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Mimika Rutinkan Gerakan Jumat Bersih

×

Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Mimika Rutinkan Gerakan Jumat Bersih

Sebarkan artikel ini
Para pegawai di lingkup Pemkab Mimika bersama TNI dan Polri saat mengikuti aksi bersih kota dalam rangka HPSN 2026

Timika(suaramimika.com) – Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar aksi
Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) dengan kegiatan Jumat bersih.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, Sabtu (21/2/2026) mengatakan, kegiatan Jumat bersih yang sebelumnya sudah dilakukan ini, akan menjadi agenda rutin setiap sepekan sekali di seputaran kota Timika.

Kegiatan bersih-bersih tidak hanya dilakukan saat HPSN, tetapi akan dijadikan agenda rutin setiap Jumat.

“Kemarin kita mulai Mimika ASRI, sesuai arahan Presiden. Jadi kegiatan ini menjadi komitmen kita, yang akan kita lakukan setiap hari Jumat,” ujarnya,

Pada kegiatan awal HPSN, kemarin, langsung dipimpinnya bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, sekolah, BUMN/BUMD, dan masyarakat. Aksi bersih-bersih dilakukan serentak di berbagai titik strategis di Timika pada Jumat, 20 Februari 2026.

Pemkab Mimika kata Bupati Rettob, telah mengeluarkan surat edaran resmi untuk pelaksanaan kegiatan Mimika ASRI di setiap Jumat. Surat ditujukan untuk TNI-Polri, sekolah, BUMN/BUMD, dan pihak swasta serta masyarakat yang suratnya diberikan kepada setiap RT.

“Untuk kegiatan Mimika ASRI surat sudah saya keluarkan dan sudah dibagikan ke semua pihak, jadi setiap Jumat semua pihak harus melakukan kegiatan bersih-bersih. Bahkan masyarakat juga harus dilakukan karena sudah saya tekankan ke setiap RT,” jelas Rettob.

Namun, pada saat pelaksanaan Mimika ASRI kemarin semua instansi dari OPD, BUMN/BUMD, TNI/Polri bahkan anak sekolah ikut berpartisipasi. Sedangkan masyarakat dan pihak Swasta tidak bekerja, hal inilah yang menjadi perhatiannya.

“Kemarin saya keliling di semua titik Timika, yang bekerja itu OPD, BUMN, TNI/Polri, anak sekolah. Nah yang tidak kerja ini masyarakat dan pihak swasta, dari kejadian ini saya akan evaluasi RT nya, karena masyarakat ini yang harus arahkan itu RT-RT nya,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *