Timika (suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat, Senin (23/2/2026) di Aula Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD).
Pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan tua-tua adat ini adalah merupakan tindaklanjut dari rapat dengan Gubernur Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu mengenai penyelesaian persoalan tapal batas di Distrik Kapiraya Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.
Sesuai dengan hasil rapat tersebut, gubernur kata Bupati Rettob, meminta tiga pemerintahan yakni Pemkab Mimika, Dogiyai dan Deiyai untuk membentuk tim penegasan hak ulayat.
Melaksanakan instruksi gubernur inilah, kata Rettob, maka hari ini pihaknya meminta data kepada para orang tua yang bisa menunjukkan sejarah.
“Hari ini kita kumpulan adalah untuk meminta data orang-orang tua yang dipakai untuk bisa menunjukkan sejarah,” ujarnya.
Para orang tua yang berasal dari beberapa kampung di sekitaran Kapiraya menceritakan soal sejarah mengenai dusun di sana, di mana tempat barter (pertukaran) barang pada zaman dulu dan mana kampung lama.
Setelah proses pengambilan data soal sejarah kampung, nantinya tim kata Rettob, akan langsung ke Kapiraya untuk mencocokkan fakta di lapangan.
Selanjutnya, dari data sejarah dan fakta di lapangan ini, tim penegasan hak ulayat dari tiga daerah ini akan berkumpul untuk kemudian menyamakan persepsi dengan pihak pemerintah provinsi.
“Nanti kita akan kumpul dengan teman-teman kabupaten lain, habis itu kita samakan persepsi dengan provinsi,” jelasnya.
Lanjutnya, output yang akan dihasilkan dari persoalan tapal batas di wilayah Kapiraya ini adalah mengenai hak ulayat yakni membuat peta hak ulayat.
Sementara itu, untuk persoalan tapal batas pemerintahan urusannya adalah dengan pemerintah pusat.
“Kalau persoalan tapal batas pemerintahan itu urusannya dengan Jakarta,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini Rettob juga mengungkapkan jika sampe saat ini penerbangan ke Kapiraya belum dibuka. Jika penerbangan ke sana dibuka, itupun karena kepentingan untuk mengirimkan pasukan apabila sudah memasuki proses perdamaian.
“Penerbangan Kapiraya dibuka apabila permintaan bawa pasukan untuk kita perdamaian,” pungkasnya. (Sitha)













