Hukum dan Kriminal

Seorang Guru SMPN 5 Ditinju Oknum Orang Tua Murid Hingga Matanya Lebam

×

Seorang Guru SMPN 5 Ditinju Oknum Orang Tua Murid Hingga Matanya Lebam

Sebarkan artikel ini
Korban didampingi rekan-rekannya saat melapor di SPKT Polres Mimika.

Timika (suaramimika.com) – Seorang guru SMP Negeri 5, bernama Yuli menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu oknum orang tua murid hingga mata kanan lebam.

Korban kemudian didampingi oleh rekan-rekan gurunya mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika pada Selasa (24/2/2026) guna melaporkan kejadian itu.

Saat di kantor Pelayanan Polres Mimika, korban menceritakan kejadian bermula saat korban memukul ringan salah satu muridnya yang terlambat masuk ke ruang kelas dengan menggunakan sapu lidi.

Bukan hanya salah satu murid yang dipukuli, tetapi ada juga beberapa murid lainnya juga ikut dipukul, karena telat masuk kelas.

“Kejadian hari Selasa lalu. Saat mata pelajaran saya dimulai, salah satu murid itu masih ada di lapangan basket. Makanya saya panggil, dan suruh masuk ke kelas, tetapi sambil dipukul tangannya menggunakan lidi. Bukan hanya satu orang yang dipukul, tapi ada juga anak-anak lainnya yang saya pukul,” jelas Yuli.

Yulli menegaskan bahwa pukulan menggunakan lidi itu, tidak keras, tapi dengan kekuatan yang terukur sebagai bentuk teguran seorang guru kepada muridnya.

“Itu hal biasa sebagai bentuk teguran seorang guru,” ujarnya.

Lantaran tidak terima, oknum orang tua murid itu mengklaim bahwa akibat dipukul oleh guru, anaknya tersebut mengalami patah tulang dan harus dirawat ke rumah sakit.

Kemudian pihak sekolah sendiri telah berinisiatif untuk melakukan mediasi pada 23 Februari 2026. Namun, proses saat mediasi, emosi oknum orang tua murid meledak-ledak hingga meninju ke arah mata ibu guru tersebut.

Selain memukul korban, pelaku juga membanting kursi ke arah guru lainnya yang berusaha melerai.

Kasus ini telah dilaporkan ke SPKT Polres Mimika, guna proses hukum lebih lanjut dengan harapan menjadi pelajaran bagi semua orang tua murid supaya setiap persoalan tidak harus diatasi dengan penganiayaan. (Yero)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *