Timika (suaramimika.com) – Bupati Johannes Rettob resmi melantik dan mengukuhkan pengurus Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM) Periode 2016-2031. Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah janji serta penandatanganan berita acara oleh Bupati Johannes Rettob didampingi Ketua Umum PGGM, Pdt. Pascal Victor Warint, Sth, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Gabriel Rettobyaan, S.Ag di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Selasa (17/3/2026).
Pelantikan dilaksanakan berdasarkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika Provinsi Papua Tengah Nomor 84 Tahun 2026.
Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam arahnya berharap agar organisasi ini menjadi luar biasa bersama-sama dengan pemerintah untuk menjadi ujung tombak dalam menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
Untuk terus menjaga daerah yang memiliki persatuan dan rasa toleransi tinggi, Pemkab kata dia tidak bisa bekerja sendiri maka harus melibatkan stakeholder. Dengan salah satu visi misinya adalah menciptakan Mimika yang aman dan damai, kata Bupati Rettob, juga butuh dukungan para tokoh agama sehingga kedamaian bisa terus terjaga.
“Pada dasarnya jika aman dan damai maka seluruh proses pembangunan bisa jalan dengan lancar,” jelasnya.
Di Timika kata Bupati Rettob ada dinamika yang terus menerus terjadi seperti yang baru-baru ini yakni demo ketidakpuasan atas pelantikan pejabat tinggi Pratama dan jabatan administrator. Tetapi ini sudah dapat diselesaikan dengan baik.
Selanjutnya, Kabupaten Mimika yang telah mendapatkan predikat sebagai daerah terharmoni kata Bupati Rettob, harus sama-sama dijaga untuk utuhnya keberagaman umat.
“Kita berharap supaya Kabupaten Mimika tetap aman. Ini adalah yang penting sehingga kami harap PGGM juga punya peran untuk menciptakan kehidupan sosial yang aman dan damai dengan program-programnya untuk umat,” jelas Bupati Rettob.
Sementara itu, Ketua PGGM Mimika Pdt. Pascal Victor Warint mengatakan, pengurus dan anggota yang telah dilantik hari ini tugas dan tanggung jawab adalah memberikan dukungan dalam pelayanan kepada umat juga kepada pemerintah.
“Setelah pelantikan ini, semua pengurus dan anggota memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat untuk menghadirkan anak-anak kerajaan Allah di Kabupaten Mimika,” katanya.
PGGM juga kata dia, akan terus membantu pemerintah mewujudkan suasana aman, damai dan toleransi di Kabupaten Mimika serta tetap membangun kebersamaan dengan pihak gereja.
Dalam tugas dan tanggung jawab ke depan, tambahnya, PGGM akan melakukan kegiatan yang memerlukan dukungan dari pemerintah seperti perayaan Paskah dalam waktu dekat ini. (Sitha)













