Timika (suaramimika.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, kebutuhan beras di tengah masyarakat mengalami peningkatan. Menanggapi lonjakan permintaan beras ini, Bulog Timika memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga.
Kepala Perum Bulog Timika, Dedy Wahyudi, Selasa (17/3/2026) mengatakan,setiap beras yang masuk ke gudang Bulog telah melalui proses pengecekan kualitas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap layak konsumsi.
Kata Dedy, jika masyarakat atau mitra menemukan beras dengan kualitas kurang baik, maka Bulog siap melakukan penukaran.
“Kalau memang ada masyarakat atau mitra yang mendapatkan beras yang kualitasnya kurang baik, silakan datang ke kantor Bulog untuk ditukar. Kami siap menggantinya,” tegas Dedy.
Mimika kata Dedy, bukan merupakan daerah produsen beras sehingga kebutuhan beras masyarakat sebagian besar dipasok dari daerah lain, seperti Sulawesi dan Jawa.
“Kabupaten Mimika ini bukan daerah surplus beras, melainkan daerah defisit. Karena itu, pasokan beras yang ada di sini sebagian besar berasal dari Sulawesi dan Jawa,” jelas Dedy.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Bulog tidak lagi mendapatkan penugasan untuk melakukan impor beras, sehingga pengadaan beras lebih difokuskan pada penyerapan dari produksi dalam negeri.
Kebijakan terbaru pemerintah juga mengatur standar kualitas beras yang diserap Bulog dari petani. Jika sebelumnya tingkat patahan beras yang diterima sekitar 5 persen, kini kebijakan tersebut berubah menjadi maksimal 25 persen.
“Perubahan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah agar Bulog dapat menyerap lebih banyak beras dari petani dalam negeri. Dengan begitu petani tetap memiliki semangat untuk memproduksi beras,” pungkasnya. (Sitha)













