Kabar Mimika

Sertijab Direktur RSUD Mimika, Asisten I Harap ASN Terus Beri Dukungan Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

×

Sertijab Direktur RSUD Mimika, Asisten I Harap ASN Terus Beri Dukungan Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Asisten I Setda Mimika, Drs. Ananias Faot bersama Direktur RSUD, dr. Faustina Burdam Helena Burdam, dr. Antonius Pasulu, Sekretaris Dinkes, Sisma HL dan jajaran manajemen RSUD dalam acara Sertijab.

Timika (Suaramimika.com) – Pasca dilantik oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Maka itu dilakukan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari mantan Direktur RSUD, dr. Antonius Pasulu kepada Direktur RSUD yang baru dr. Faustina Helena Burdam.

Sertijab dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot di ruang pertemuan Edelweis, RSUD Mimika, pada Selasa (7/3/2026).

Ananias mengatakan, melalui Sertijab ini diharapkan pejabat baru bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pejabat sebelumnya. Dari hasil capaian yang telah dilakukan oleh mantan direktur RSUD kata Ananias, menjadi catatan penting selama memimpin rumah sakit ini selama enam tahun.

Pemkab Mimika sebutnya, memberikan apresiasi kepada mantan direktur dengan pencapaian yang luar biasa.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan untuk pemerintah dan masyarakat. Dan kepada direktur yang baru diharapkan apa yang menjadi capaian dari pimpinan lama bisa dilanjutkan. Semua ASN di sini diharapkan untuk mendukung direktur yang baru,” jelas Ananias.

Ia juga berharap agar ASN di RSUD Mimika tidak membentuk kelompok kecil, yang tidak mendukung pimpinan baru.

ASN kata dia, harus bekerja, bergandengan tangan dan koordinasi untuk meningkatkan pelayanan dengan cara-cara yang beretika untuk kepentingan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di Kabupaten Mimika.

Sementara itu mantan Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu mengingat jika ia waktu itu dilantik pada 13 Januari 2020 dan telah memimpin selama kurang lebih enam tahun. Ada banyak tantangan mulai dari wabah Covid-19, perhelatan PON XX Tahun 2021, Pesparawi, maupun tantangan di RSUD itu sendiri yang harus berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai manajemen sebutnya, harus benar-benar mempersiapkan semua pegawai bisa langsung bekerja dalam pelayanan kepada masyarakat. RSUD yang berbentuk kelembagaan ungkapnya, adalah unit yang bersifat khusus sebagai perubahan dari Unit Pelaksana Teknis.

RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rohnya kata Anton, adalah fleksibilitas. Ia menilai semua karyawannya telah melaksanakan tugasnya dengan baik mulai dari penyediaan bahan habis pakai, air, listrik, makan serta minum pasien.

Dengan bentuk tata kelola sebagai BLUD kata Anton, mereka selalu memberikan pelayanan terbaik seperti pengelolaan barang habis pakai. Untuk tantangan ini juga sebutnya, tentu ada masalah rutin yang selalu ada.

Melihat tantangan ini, hal yang dilakukan migitasi dan selama ini sudah menurutnya sudah berjalan dengan sangat baik.

“Selama ini sudah berjalan dengan baik. Tentu ada kekurangan tapi bagaimana untuk mengatasinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini ia menyebut ada beberapa pencapaian yakni di Tahun 2021 pada saat PON XX, RSUD Mimika diberikan penghargaan sebagai pusat layanan kecelakaan kerja terbaik oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ke dua penghargaan akreditasi paripurna pada Tahun 2023, dan akan dilaksanakan terakreditasi pada September Tahun 2026.

Kemudian RSUD telah menerapkan rekam medis elektronik sejak setahun belakangan ini, dan menjadi rumah sakit inspiratif.

RSUD Mimika juga telah menerapkan Sistim Pendaftaran Online Rawat Jalan (Si Poli). Terakhir pengaplikasian Sa Antar Ko yakni Sistim Layanan Pulang Pasien Rawat Inap Orang Asli Papua. Ada juga pembuatan master plan untuk pengembangan RSUD Mimika. Yang sudah selesai adalah pembangunan gedung IRD.

Pendapatan di RSUD terus mengalami peningkatan sampai Tahun 2025 yakni Rp 122,3 miliar.

Ia berharap ke depan dilakukan pembangunan tambahan ruang rawat inap. Dengan 193 ruang rawat inap, masih belum cukup untuk menampung total pasien. Maka harus ditambah tempat tidur (ekstra bed). Harus ditambah juga dengan alat kesehatan, pengembangan SDM kesehatan, dan tidak kalah pentingnya adalah pemeliharaan rutin.

“Saya hanya berpindah ruangan dan menjadi tenaga fungsional di RSUD. Saya membuka diri jika ada hal yang bisa dibantu. Ini tugas kita bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, dr. Faustina menyebut jika ada PR yang harus dijalankan sebagai pimpinan, dan ia tetap akan diskusi dengan dokter Anton yang masih ada di RSUD.

Beberapa hal kata dr. Faustina yang akan dipertahankan yani berupaya untuk meningkatan pendapatan.

“Tetap saya mengajak semua yang ada di sini, untuk mempertahankan. Tujuan kita adalah pelayanan, untuk masyarakat di Mimika lebih baik lagi. Ketika membuat suatu gedung dan mengisinya dengan SDM dan Sarpras, harus bersama-sama untuk melihat penyelesaian persoalan,” jelasnya.

dr. Faustina berharap dukungan dari Pemkab Mimika ke depan. RSUD kata dia pasti membutuhkan anggaran, maka ia berharap dukungan pembiayaan sehingga kabupaten yang ada di sekitar sini bisa menjadikan rumah sakit ini sebagai rujukan.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemkab, selain pada anggaran namun juga untuk pengadaan dokter spesialis,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *