Timika (Suaramimika.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, menemukan sejumlah kekurangan pada fasilitas dan sarana prasarana di tiga Puskesmas yang dikunjungi saat melakukan Inspeksi mMendadak (Sidak), pada Rabu (8/4/2026) pagi.
Tiga puskesmas yang menjadi sasaran sidak yakni Puskesmas Mimika Timur (Mapurujaya), Puskesmas Wania, dan Puskesmas Pasar Sentral.
Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur mengatakan, masih ada sejumlah kekurangan yang mereka temukan di tiga Puskesmas tersebut yakni meliputi keterbatasan ruang pelayanan, kondisi bangunan yang belum memadai, hingga fasilitas penunjang yang dinilai masih jauh dari standar ideal pelayanan kesehatan.
Walaupun masih ada sejumlah kekurangan, namun Komisi III tetap memberikan apresiasi terhadap pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai masih berjalan cukup baik di masing-masing puskesmas.
“Pelayanan di lapangan cukup baik dan patut diapresiasi, namun dari sisi fasilitas masih banyak kekurangan yang harus segera dibenahi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” ujarnya.
Lanjut Herman, di Puskesmas Mimika Timur (Mapurujaya), Komisi III mencatat masih adanya keterbatasan sarana penunjang pelayanan yang perlu segera ditingkatkan agar operasional pelayanan dapat berjalan lebih maksimal.
Selain itu, Komisi III juga menyoroti adanya dugaan pernyataan kurang tepat dari salah satu oknum terkait pengalihfungsian rumah tenaga kesehatan menjadi rumah singgah.
Untuk itulah, Komisi III meminta pihak (oknum) terkait perlu menjaga etika komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari serta menjaga kondusivitas pelayanan publik.
Sementara itu, di Puskesmas Wania, pelayanan kesehatan dinilai sudah berjalan cukup baik.
Namun, di Puskesmas Wania, masih ada yang perlu diperhatikan yakni kapasitas gedung dan area parkir disebut sudah tidak mampu lagi menampung tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari.
“Komisi III mendorong agar pembangunan gedung baru Puskesmas Wania dapat masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027,” jelasnya.
Sedangkan di Puskesmas Pasar Sentral, kondisi bangunan dinilai cukup memprihatinkan, terutama ruang persalinan yang dianggap tidak representatif. Selain itu, sejumlah fasilitas seperti toilet juga ditemukan tidak berfungsi dan membutuhkan perbaikan segera.
Selain persoalan fasilitas, Komisi III juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya bidan yang perlu ditanjui kembali sesuai dengan kebutuhan atau beban kerja dilapangan.
“Tapi itu kita kembalikan kepada Dinas Kesehatan melihatnya seperti apa,” katanya.
Selanjutnya, Herman Gafur, menyebut jika hasil sidak ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan, khususnya melalui dinas teknis terkait.
Kendati demikian, ia berharap hasil sidak ini dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh Puskesmas. (Sitha)















