Timika (Suaramimika.com) – Fasilitas cuci darah (hemodialisis) dan ruang Magnetic Resonance Imaging (Pencitraan Resonansi Magnetik/MRI) menjadi bagian penting yang akan ditambah untuk menunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong saat melakukan kunjungan ke RSUD, Jumat (10/4/2026).
Pada agenda kunjungan yang dilakukan setelah penandatanganan nota kesepakatan bersama DPRK untuk pembangunan gedung perawatan C2 RSUD, Pemkab Mimika kata Bupati Rettob berkomitmen untuk terus menyediakan layanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat dengan penambahan 10 unit alat cuci darah dan melengkapi fasilitas di ruang MRI.
“Kita rencana akan tambah 10 alat cuci darah di RSUD ini karena ternyata banyak pasien gagal ginjal yang harus rutin cuci darah di sini,” ujar Rettob.
Jika RSUD Mimika sudah memiliki setidaknya tambahan 10 unit lagi fasilitas cuci darah, maka pasien dari Papua lainnya seperti
Jayapura dan Sorong akan datang ke sini.
Selain fasilitas cuci darah yang akan ditambah, Pemkab Mimika juga menyiapkan
ruang MRI di RSUD ini.
“Jika sudah (MRI) di RSUD ini, maka pasien di seluruh Papua bisa ke sini. Kita target bisa beli (MRI) di tahun ini, kalau bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan,” ungkapnya.
Sebelum merealisasikan penambahan fasilitas cuci darah dan MRI, gedung diagnostik yakni fasilitas kesehatan khusus di rumah sakit untuk pemeriksaan penunjang medis (seperti radiologi, laboratorium, CT scan) guna mengidentifikasi penyakit secara cepat dan akurat, sebut Rettob, sudah dibangun.
“Gedung diagnostik sudah siap. Tinggal ditambah alat cuci darah. Ada juga CT Scan dua unit. Tapi satu unit rusak dan butuh Rp 3,5 miliar untuk perbaiki alat ini. Kita juga masih butuh tambahan dengan dokter spesialis,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Emanuel Kemong turut mendukung upaya penambahan alat cuci darah dan MRI di RSUD.
Kemong menyayangkan masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kesehatannya sendiri sehingga menyebabkan jumlah pasien cuci darah di RSUD mengalami peningkatan.
Ia berharap masyarakat tetap menjaga kesehatannya dengan rutin mengkonsumsi air putih sehingga sebagai upaya untuk menghindari adanya resiko gangguan pada ginjal.
“Perbanyak konsumsi air putih. Ini bagus. Supaya kita bisa menghindari adanya resiko gangguan pada ginjal kita,” pungkasnya. (Sitha)















