Kabar Mimika

4000 Tabung LPG 12 Kilogram Tiba Hari Ini dan Besok, Disperindag Arahkan Rumah Makan, Restoran Gunakan Tabung 50 Kilogram

×

4000 Tabung LPG 12 Kilogram Tiba Hari Ini dan Besok, Disperindag Arahkan Rumah Makan, Restoran Gunakan Tabung 50 Kilogram

Sebarkan artikel ini
drh. Sabelina Fitriani.

Timika (Suaramimika.com) – Kelangkaan LPG 12 kg di Kabupaten Mimika juga dialami oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia. Untuk di Timika, LPG disuplai dari Makassar yang memang masih mengutamakan pasokan untuk wilayah tersebut.

Setelah pasokan di wilayah Makassar tercukupi dan ada kelebihan, barulah disuplai ke Timika. Hal inilah salah satu penyebab, adanya pasokan yang berkurang untuk Timika.

“Suplai LPG kita masih dari Makassar. Dan regional di sana mengutamakan pasokan di wilayah itu dulu. Kalau ada kelebihan baru disuplai ke Timika. Ini adalah salah satu hal yang menyebabkan adanya pengurangan pasokan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Sabelina Fitriani, pada Senin (13/4/2026).

Masih adanya keterbatasan pasokan LPG ini kata Sabelina, membuat pemerintah berpikir untuk adanya alternatif lain yakni mengambil suplai bukan saja dari Makassar agar bisa mencukupi kebutuhan untuk masyarakat di Timika.

Pasokan LPG kata Sabelina dipastikan akan masuk ke Timika pada hari ini dan besok.

“Hari ini dan besok masuk ya ada 4000an (tabung LPG),” ungkapnya.

Jika ribuan tabung gas ini sudah masuk, Sabelina berharap masyarakat untuk tidak membeli dalam jumlah yang banyak untuk kemudian distok di rumah.

Jika ini yang terjadi ungkapnya, maka akan mengurangi stok yang ada dan nantinya malah menimbulkan kekurangan stok lagi.

“Kalau 4000 tabung kami rasa ini cukup ya sampai di April. Yang penting bahwa masyarakat bisa memahami ini. Tapi kalau ada yang sengaja mengambil keuntungan, dari hal ini yang akan membuat repot,” jelasnya.

Selain tidak menyetok LPG, tambah Sabelina, masyarakat juga dihimbau agar tetap bijak dalam penggunaan gas dan bisa menggunakan alternatif lain seperti penggunaan minyak tanah ataupun gas 5,5 kilogram.

Dalam masa kelangkaan LPG, seyogianya pengusaha rumah makan dan restoran sudah bisa menggunakan LPG 50 kg agar tidak mengurangi jatah bagi masyarakat skala rumah tangga.

“Rumah makan itu seyogianya sudah bisa menggunakan gas 50 kilogram agar tidak menganggu jatah rumah tangga,”jelasnya.

Untuk mengarahkan penggunaan gas 50 kg bagi pemilik rumah makan ini, Disperindag sedang membuat surat pemberitahuan agar untuk selanjutnya didistribusikan.

“Kami akan menyiapkan surat dalam minggu ini sudah distribusi ke warung-warung makan, restoran untuk menggunakan gas yang 50 kilo supaya yang 12 kilo untuk yang rumah tangga itu bisa tercukupi,” ungkapnya.

Walaupun ada sebagian rumah makan dan restoran yang sudah menggunakan LPG 50 kilogram, namun diharapkan hal yang sama bisa dilakukan dalam jumlah yang banyak.

“Walaupun sudah ada rumah makan dan restoran yang sudah menggunakan LPG 50 kilo, namun kami masih akan sosialisasikan lagi,” pungkas Sabelina. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *