Timika (Suaramimika.com) – Guna mempererat persaudaraan serta memperkuat kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat, Kementerian Agama Kabupaten Mimika menggelar kegiatan halal bihalal dan silaturahmi di Ballroom Cenderawasih Hotel Serayu Timika, Kamis (16/04/2026).
Asisten I Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si mengatakan, halal bihalal tidak sekadar tradisi pasca Idul Fitri, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai persaudaraan antarumat beragama.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Mimika merupakan anugerah yang harus dijaga dengan sikap toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai.
Ia juga menekankan bahwa kerukunan umat beragama menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah. Stabilitas sosial yang terjaga akan mendorong pembangunan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Sejalan dengan visi pembangunan daerah, pemerintah terus menempatkan penguatan kehidupan keagamaan sebagai bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang responsif, tangguh, dan berdaya saing.
Beberapa langkah konkret turut disoroti, di antaranya mendorong dialog antarumat beragama secara berkelanjutan, menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan, serta memperkuat peran tokoh agama dalam membimbing umat menuju kehidupan yang harmonis.
Kementerian Agama Kabupaten Mimika juga dinilai memiliki peran strategis sebagai motor penggerak moderasi beragama, sekaligus garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendukung pembinaan keagamaan dan memperkuat kerukunan umat di seluruh wilayah Mimika, baik pesisir, perkotaan, maupun pegunungan.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk mengimplementasikan nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk semangat saling memaafkan, kepedulian sosial, dan gotong royong.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur atas perjalanan spiritual yang telah dilalui, khususnya selama bulan suci.
Ia juga menyoroti keunikan tahun ini, di mana sejumlah hari besar keagamaan dari berbagai umat berlangsung berdekatan, sebagai simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan di Mimika.
Kata Gabriel, halal bihalal harus dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi untuk memperbaiki hubungan, menyambung kembali tali persaudaraan yang sempat renggang, serta membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Gabriel menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai pembina umat dan harus mampu menjadi jembatan perdamaian yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Momentum ini mengajarkan kita untuk merajut persaudaraan dan menanamkan cinta kemanusiaan dalam setiap aspek kehidupan,” pungkas Gabriel. (Sitha)















