Timika (Suaramimika.com) – Pada momen peringatan Hari Pattimura ke-209 di Mimika, Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob mengajak orang Maluku untuk terus menjaga falsafah “Hidup Orang Basudara”.
Bupati menyebut, jika hidup orang basudara yaitu falsafah persaudaraan sejati yang melampaui sekat suku, agama, dan ras.
Hal itu diungkapkan Bupati pada peringatan Hari Pattimura ke-209, di pelatarab Gedung Eme Neme Yauware pada Jumat (15/6/2026).
Bupati Rettob mengatakan, secara khusus untuk orang Maluku pada even tahunan Hari Pattimura ini jangan hanya sekedar seremoni saja atau acara tapi diharapkan dapat mengingatkan akan perjuangan Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kapitsn Pattimura.
“Kita memperingati perjuangan, keberanian, persatuan dan pengorbanannya. Beliau berusaha mempertahankan martabat tanah air. Semangat beliau adalah warisan sejarah, yang harus diwariskan kepada anak-anak Maluku,” ujar Rettob.
Peringatan Hari Pattimura tahun ini dengan tema “Dari pedang ke inovasi dari obor ke digital menuju Mimika ke gerbang emas”, Bupati memberikan apresiasi karena ada makna yang mengajak masyarakat untuk meneladani semangat juang Pattimura kepada anak Maluku untuk terus berkreativitas, serta bersemangat untuk membantu pemerintah dan membangun daerah.
Lanjut Rettob, dengan heterogenan suku, budaya dan bahasa ada di Mimika, namun di atas keberagaman tersebut masyarakat harus hidup secara berdampingan dalam menjaga NKRI dan membuat Mimika menjadi rumah kita bersama.
Orang Maluku lanjutnya diharapkan juga bisa memberikan kontribusi nyata pada berbagai bidang baik pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya maupun sosial kemasyarakatan.
Bupati menambahkan, orang Maluku selama ini telah mempunyai peranan, untuk ikut membangun Kabupaten Mimika.
“Untuk itu saya beri apresiasi kepada Ikemal untuk terus menjaga kebersamaan, toleransi yang ada di Mimika ini, dan yang paling penting terus menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Mimika yang beragam,” jelasnya.
Dalam momen ini, Rettob juga berharap orang Maluku yang ada di Mimika terus membangun semangat pela gandong yang diwariskan oleh para para orang tua. Dengan menjadikan orang Maluku untuk terus membangun kebersamaan di daerah ini, yang juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.
Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Kabupaten Mimika, Markus Samaran mengungkapkan jika ia merasa bangga melihat kebersamaan masyarakat Maluku yang hadir pada peringatan hari Pattimura ke-209 ini.
Ia menyebut dari kegiatan sosial dan lomba-lomba yang diikuti dalam rangkaian peringatan Pattimura ini, telah membuktikan bahwa kehadiran orang Maluku bukan cuma bekerja tapi bersama masyarakat membangun kebersamaan dan ikut membangun daerah ini.
“Tunjukkan bahwa generasi Maluku bermartabat, dan membawa damai. Pattimura reborn membangun Mimika, beta Maluku beta Indonesia,” pungkas Max.
Puncak peringatan Hari Pattimura ke 209 di Mimika, ditandai dengan pembakaran obor Pattimura oleh Bupati Mimika. (Sitha)















