Timika (Suaramimika.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Mimika memprediksi di akhir bulan Juni memasuki puncak musim hujan yang dipengaruhi oleh fenomena Monsun Timuran.
Forecaster BMKG Mimika, Wiliam Titahena
mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk bersiap menghadapi musim penghujan yang diprediksi akan berlangsung hingga Agustus 2026 mendatang.
“Kondisi cuaca dalam beberapa minggu ini, bukan hanya di Mimika saja tetapi di seluruh Kabupaten Mimika, didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, karakteristiknya lebih cenderung ke hujan ringan dengan durasi yang cukup lama,” ujar Wili, Jumat (26/6/2026).
Meskipun curah hujan tinggi, ia memastikan, potensi angin kencang dan sambaran petir relatif rendah selama musim Monsun Timuran ini, ini dikarenakan minimnya aktivitas awan konvektif ekstrem.
“Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan mengantisipasi kondisi lingkungan sekitar selama musim penghujan ini,” jelas Wili.
Cuaca mendung yang pekat dan hilangnya terik matahari belakangan ini kata Wili, disebabkan oleh dominasi pembentukan awan rendah dan menengah berjenis stratiform, bukan awan konvektif.
“Awan rendah memicu terjadinya hujan gerimis atau hujan ringan yang awet atau berdurasi lama berbeda dengan musim kemarau di mana awan konvektif seperti Cumulonimbus (CB) sering memicu hujan lebat mendadak yang disertai badai guntur,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan, berdasarkan pengamatan BMKG, pola cuaca harian di Mimika saat ini menunjukkan kecenderungan hujan terjadi pada malam hingga dini hari.
“Pagi hari biasanya terpantau mendung, lalu siang hingga agak sore langit mulai agak cerah berawan. Namun, malamnya mulai mendung lagi,” ungkap Wili.
Wili menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh angin dominan yang bertiup dari arah Timur Laut dan Tenggara menuju Selatan.
“Karena area Selatan Mimika didominasi oleh lautan, terjadi penguapan yang tinggi pada siang hari, yang kemudian bergerak dan menjadi hujan pada malam hingga pagi hari, tapi potensi hujan di sore hari tetap ada karena faktor musim yang kuat,” pungkasnya. (Sitha)
















