Timika (Suaramimika.com) – Distrik Mimika Baru mendukung upaya pemerintah pusat untuk memperkuat perekonomian rakyat, mencapai kemandirian dan ketahanan pangan desa, serta menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun mengatakan, bentuk dukungan diberikan dengan tahapan awal pada kegiatan sosialisasi manajemen Koperasi Desa Merah Putih kepada pengurus dan anggota dari 11 kelurahan, dan 3 kampung di wilayah Distrik Mimika Baru.
Sosialisasi manajemen koperasi ini kata Merlyn, diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mimika diselenggarakan di aula Kantor Distrik Mimika Baru, pada Rabu (1/7/2026).
Pada agenda sosialisasi ini kata Merlyn, terjawab berbagai pertanyaan yang selama ini muncul dari pengurus koperasi Merah Putih, dan masyarakat di tingkat kelurahan dan kampung mengenai pemahaman tugas pokok dan fungsinya.
Selain itu, ada juga pembahasan soal lokasi pembangunan koperasi Desa Merah Putih yang pertama di wilayah ini.
“Lokasi pertama yang pasti di Kelurahan Pasar Sentral. Tanah sudah tersedia, di samping kantor kelurahan. Jadi rencana pembangunan gedung di sini terlebih dahulu,” ujar Merlyn.
Jika tanah aman dan sah, pihak terkait siap membangun. Dimana pembangunan, akan didukung oleh Dinas Koperasi.
Program koperasi Desa Merah Putih ini jelas Merlyn, mengalami mendala utama di wilayah perkotaan yakni adanya keterbatasan lahan.
Untuk itulah upaya berkelanjutan yang akan dilakukan oleh pengurus yakni aktif mencari tanah milik Pemda, yang belum tercatat atau tanah sisa di setiap kelurahan dan kampung.
Selain nantinya akan dibangun di samping Kantor Kelurahan Pasar Sentral, ada lokasi lainnya lagi sesuai dengan jumlah kampung dan kelurahan di wilayah distrik.
“Ada usulan tanah dari kelurahan lain, sedang diperiksa legalitasnya karena sesuai rencana jangka panjang sesuai jumlah kelurahan dan kampung masing-masing satu per satu koperasi desa merah putih,” jelasnya.
Untuk saat ini, masih difokuskan untuk pembangunan satu unit gedung koperasi desa Merah Putih, lalu dikembangkan bertahap sesuai ketersediaan lahan.
“Kedepannya diiharapkan berjalan tertib, teratur, dan benar‑benar memberi manfaat bagi ekonomi masyarakat setempat,” pungkas Merlyn. (Sitha)
















