Religi

MTQ Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Siap Bergema, Catat Sejarah Pelaksanaan di Kabupaten Mimika

×

MTQ Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Siap Bergema, Catat Sejarah Pelaksanaan di Kabupaten Mimika

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, Tim Asistensi, LPTQ Mimika dan panitia di sela-sela rapat koordinasi persiapan MTQ Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah siap diselenggarakan di Kabupaten Mimika. Guna mensukseskan festival atau kompetisi keagamaan Islam yang bertujuan untuk mengagungkan Al-Qur’an ini, panitia pelaksana menggelar Rapat Koordinasi pada Sabtu (11/7/2026) di Ballroom Hotel Grand Tembaga.

Melalui Tema “Menebar Cahaya Alquran dalam Harmoni, Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, MTQ Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah ini, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, seluruh panitia sudah berpengalaman luas karena pernah menjadi tuan rumah tingkat se‑Tanah Papua.

Ads

“Meskipun tugas tuan rumah berat dan membutuhkan dukungan dana serta tenaga besar, kita semua sudah terbiasa dan siap berkorban demi keberhasilan,” ujar Bupati Rettob.

Bupati Rettob mengungkapkan, sebagai tuan rumah, ditargetkan juga selain berkomitmen untuk mensukseskan pelaksanaan sekaligus berprestasi.

“Tuan rumah harus tampil sebaik mungkin dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Panitia Pelaksana MTQ Ke-1 Tingkat Papua Tengah, Emanuel Kemong menyampaikan jika hari ini ia hanya memantau kesiapan persiapan.

“Sebagai tuan rumah, tanggung jawab kita besar menyambut kafilah dari 7 kabupaten se-Papua Tengah untuk penyelenggaraan MTQ pertama tingkat provinsi ini,” jelas Kemong.

Kemong kemudian mengecek kesiapan dari semua bidang yang ada mulai dari Bidang Humas, Dokumentasi dan Publikasi, Bidang Acara, Bidang Musbaqah dan Perhakiman, Bidang Transportasi, Bidang Perlengkapan
dan Bidang Konsumsi.

Dari jadwal pelaksanaan MTQ Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah yakni pada 13 Juli kedatangan kafilah, kemudian 14–16 Juli rangkaian lomba dan penutupan, kata Kemong, ini tinggal hitung hari, dan ia berharap semua panitia dapat mempersiapkannya agar segera tuntas.

Selanjutnya, meskipun anggaran terbatas dari pusat dan provinsi, serta dukungan dari Pemerintah Daerah kata Kemong, siap bertanggung jawab sepenuhnya.

“Kunci keberhasilan kita adalah kolaborasi erat, semangat sama, dan gotong royong jadikan kegiatan ini sebagai kebanggaan bersama,” ungkapnya.

Kepada panitia, Kemong berharap juga ada perhatian khusus soal kebersihan di lokasi acara MTQ. Mulai dari Lapangan Eks Pasar Swadaya, Gedung Eme Neme sampai venue lainnya.

“Semua koordinator bidang kebersihan dimohon segera berkoordinasi dan bekerja maksimal, agar Mimika tampil bersih, rapi, dan menyenangkan bagi seluruh tamu yang datang,” harapnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Papua Tengah sekaligus Ketua Asistensi MTQ Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP mengapresiasi Wakil Bupati sebagai Ketua Panitia MTQ Ke-1 Papua Tengah yang telah mengambil tanggung jawab pelaksanaan MTQ pertama kalinya di Papua Tengah ini.

Peristiwa ini kata Ukkas, akan tercatat sebagai sejarah pertama bagi Provinsi Papua Tengah, dan tertulis abadi dalam tinta sejarah peradaban di tanah ini.

“Kami berkomitmen penuh menjadikan momen ini sebagai landasan persatuan, pembinaan akhlak, dan kemajuan bersama bagi seluruh masyarakat Papua Tengah,” ucap Akkas.

MTQ kata Akkas, bukan sekadar lomba baca Al‑Quran, melainkan sarana syiar Islam, mempererat persaudaraan, dan membangun karakter berlandaskan nilai Al‑Quran.

“Ini adalah sejarah pertama, kita buktikan bahwa Papua Tengah mampu menyelenggarakan kegiatan besar dengan baik,” katanya.

Mimika lanjut Akkas, terbukti memiliki pengalaman panjang penyelenggaraan MTQ se‑Papua pada Tahun 2024 bahkan diakui pusat berkelas sampai rasa nasional.

Dari pelaksanaan MTQ ini, ia berharap dapat melahirkan qori, qoriah, hafiz dan hafizah berprestasi hingga ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Sebagai Tim Asistensi, Ukkas memberi masukan kepada panitia mulai dari kesiapan lokasi dengan memastikan tempat perlombaan dan sarana penunjang sudah siap sepenuhnya.

Untuk sistem penilaian menggunakan sistem IT agar penilaian objektif, transparan, dan bebas dari tuduhan kecurangan.

Kemudian soal dewan hakim agar melakukan orientasi dan pelantikan terlebih dahulu. Ia menyarankan agar ke depan dapat memperbaiki kaderisasi hakim guna mengatasi kekurangan personel.

Yang perlu diperhatikan juga soal pelayanan tamu dengan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah agar Mimika senantiasa dikenang dengan baik.

Terakhir manajemen risiko yakni menganntisipasi curah hujan tinggi yang sering terjadi di Mimika, siapkan langkah mitigasi agar lomba tetap berjalan lancar. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *