Kabar Mimika

BPBD Mimika Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Gladi Kesiapsiagaan, Pastikan Siap Hadapi Bencana

×

BPBD Mimika Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Gladi Kesiapsiagaan, Pastikan Siap Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Plt BPBD Mimika, Agustina Rahaded saat meninjau peralatan gladi kesiapsiagaan, Jumat (28/8/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Guna memastikan kesiapan personel dan kelaikan sarana prasarana penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Gladi Kesiapsiagaan Tahun 2026 di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (28/8/2026).

Peserta Apel Gelar Pasukan terdiri dari 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Instansi terkait yakni Damkar, BPBD, Dinas Perhubungan, Kominfo, Kesehatan 119, Polres Mimika, Kodim 1710, Basarnas, BMKG, PMI, Orari, Tagana, Baznas, Senkom, MRC dan Pramuka.

Bupati Mimika Johannes Rettob sebagai pembina apel memeriksa kesiapan pasukan, sarana, dan prasarana.

Dalam arahannya, Bupati Rettob menyampaikan, apel gelar pasukan dan peralatan geladi kesiapsiagaan merupakan instrumen penting dalam fase prabencana.

Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada pembagian tanggung jawab antara BNPB di tingkat Pusat dan BPBD di tingkat Daerah. Hal tersebut diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencanadan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Kegiatan ini kata Rettob, bukan sekadar seremoni saja melainkan wujud nyata komitmen daerah untuk melindungi masyarakat Mimika.

“Bencana datang tiba-tiba dan tak terduga penanganan harus cepat, tepat, terkoordinasi agar kerugian tidak meluas. Siaga bagian terpenting dari manajemen bencana. Kesiapan sejak dini, antisipasi, tangani cepat, minimalkan risiko dan kerugian. Bukan satu instansi saja semua bersatu dan saling koordinasi,” jelas Rettob.

Menurutnya, ada tiga tahap penyelenggaraan penanggulangan bencana yakni pra bencana kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi, tanggap darurat penanganan langsung, evakuasi, logistik serta pasca Bencana pemulihan, rehabilitasi, rekonstruksi (termasuk peralatan dan logistik).

Untuk itulah, simulasi dan perencanaan harus selaras dengan Rencana Pembangunan Daerah maupun Nasional matang, sistematis, terencana.

Dengan adanya pengalaman bencana terdahulu yang menunjukkan kelemahan karena dukungan peralatan penanggulangan bencana masih kurang, terutama pada fase kesiapsiagaan dan tanggap darurat, maka saat ini, penanganan cepat dan tepat membutuhkan 5 komponen sekaligus SDM, sarana-prasarana, peralatan teknis, komunikasi serta transportasi harus terus diperbaharui.

“Peralatan canggih tidak berguna tanpa SDM yang mampu mengoperasikannya pelatihan dan penguasaan sangat krusial. Peralatan bukan monopoli satu instansi. Maka, harus tersebar di banyak instansi perlu koordinasi dan integrasi,” katanya.

Lanjut Rettob, dengan adanya kesiapsiagaan bencana ini, pemerintah terus berupaya untuk menyatukan persepsi seluruh instansi dan pemangku kepentingan, memastikan kesiapan personil terlatih, sigap, siap bergerak dan kemudian memastikan seluruh peralatan siap pakai berfungsi baik, terawat, tersedia di lokasi. Terakhir, menguji keterpaduan antar-instansi karena bencana tidak mengenal batas OPD

“Peralatan lengkap tapi SDM tidak mampu sama dengan tidak berguna. Cepat, tepat, terkoordinasi demi keselamatan nyawa dan harta masyarakat Mimika,” tegas Rettob.

Bupati Mimika Johannes Rettob, Plt BPBD Mimika, Agustina Rahaded bersama pegawai BPBD usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Gladi Kesiapsiagaan, Jumat (28/8/2026).

Sementara itu, Plt Kepala BPBD, Agustina Rahaded mengungkapkan jika pada apel gelar pasukan dan peralatan gladi kesiapsiagaan ini, selain personil dari 15 OPD/terkait ditambah Damkar dan BPBD, ada juga fasilitas pendukung berupa
tenda besar yang digunakan yang akan digunakan untuk dapur umum lengkap yang siap beroperasi memasak dalam skala besar saat bencana besar terjadi.

Ada juga tenda kecil, perahu karet atau speed. Sementara mobil rescue, mobil ambulans dan mobil logistik milik pihak terkait juga hadir dengan peralatan masing-masing menunjukkan kesiapan bersama.

“Semua peralatan lengkap dan siap. Ada sebagian yang tidak dibawa dalam apel, namun tersimpan di gudang,” pungkas Agustina. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *