Timika (Suaramimika.com) – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika menggelar Lomba Azan bagi anak dan remaja masjid tingkat SD, SMP, dan sederajat se-Distrik Mimika Baru dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Diikuti sebanyak 40 peserta, kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Senin (31/8/2026).
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan, lomba azan tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi merupakan bagian dari pembinaan mental, spiritual, dan karakter generasi muda Islam di Mimika.
Pemerintah daerah kata Kemong, terus memberikan ruang bagi kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang memiliki nilai moral dan spiritual.
Ia meminta peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kata dia, harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami makna azan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah.
“Tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga manfaatkan ruang ini untuk meresapi makna luhur dari lafaz azan sebagai panggilan ibadah, mengasah potensi diri, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kemong.
Melalui kegiatan ini juga ia berharap turut mempererat ukhuwah Islamiyah serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat Mimika yang cerdas, toleran, aman, dan harmonis.
“Lomba azan ini bukan sekadar sebuah kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih daripada itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” jelas Kemong.
Kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri anak-anak serta remaja masjid, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pembangunan manusia, karakter, moral, dan spiritual.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini mengikuti lomba azan kelak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan daerah,” pungkas Kemong. (Sitha)














