Timika (Suaramimika.com) — Badan Pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sentani (IKKS) Kabupaten Mimika resmi mengemban amanah baru periode 2027–2030. Prosesi pelantikan yang digelar di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (10/9/2026), ini menandai babak baru konsolidasi organisasi kemasyarakatan tersebut di tanah rantau.
Pelantikan pengurus inti dan Ketua IKKS Mimika ini dipimpin langsung oleh Dewan Adat Sentani (DAS) Provinsi Papua, Orgenes Kaway. Pengukuhan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Provinsi Papua Nomor: 012/SK/IKBJ-MMK/IX/2026.
Acara sakral dan penuh kebersamaan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, jajaran Dewan Adat Sentani, serta para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan ratusan warga dari keluarga besar Sentani yang berdomisili di Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menggarisbawahi bahwa momentum pelantikan ini jauh melampaui batas agenda seremonial semata.
Menurutnya, acara ini merupakan instrumen penting untuk merajut tali persaudaraan serta merawat semangat kekeluargaan di antara masyarakat Sentani yang menetap di Mimika.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, Emanuel menyampaikan ucapan selamat kepada Noak Yoku beserta seluruh jajaran pengurus baru. Ia menaruh harapan besar agar kepengurusan periode 2027–2030 mampu membawa IKKS menjadi organisasi yang solid, mandiri, progresif, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi warganya.
Berdasarkan data kependudukan, tercatat sekitar 235 kepala keluarga dengan total 2.651 jiwa masyarakat Sentani yang kini menjadi bagian dari keluarga besar IKKS di Mimika. Angka tersebut, sebut Emanuel, merupakan potensi sosial yang luar biasa besar jika dikelola dan diarahkan secara tepat.
“Potensi ini perlu dikelola dengan baik sehingga menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta turut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Mimika,” ungkap Emanuel.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga mendorong agar IKKS dapat berfungsi secara optimal sebagai jembatan komunikasi dua arah antara warga Sentani dan pemerintah daerah. Keberadaan organisasi ini diharapkan mampu menyalurkan aspirasi, kebutuhan, sekaligus merespons berbagai persoalan warga secara konstruktif.
Selain menjadi motor penggerak persatuan internal, IKKS diminta untuk terus bersinergi dan membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat lainnya, mulai dari paguyuban nusantara, kerukunan keluarga, tokoh agama, hingga pemuda.
“Mimika adalah rumah kita bersama. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan latar belakang bukanlah alasan bagi kita untuk terpisah. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Mimika secara bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IKKS Kabupaten Mimika terpilih, Noak Yoku, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang telah diembankan kepadanya. Ia menyadari bahwa memimpin lebih dari 2.600 jiwa warga Sentani di perantauan bukanlah tugas yang ringan.
“Kepercayaan ini adalah tanggung jawab besar untuk merangkul, melayani, dan mempersatukan kita semua,” tutur Noak usai dilantik.
Di bawah kepemimpinannya, Noak berkomitmen untuk memperkuat simpul silaturahmi, memajukan kebudayaan, serta menempatkan IKKS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan.
Selain itu, pelestarian adat, bahasa, dan tradisi Sentani akan menjadi salah satu fokus utama agar identitas budaya tetap hidup di tanah rantau.
Noak juga menegaskan pentingnya kolaborasi kolektif dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk bahu-membahu dan tidak ragu memberikan masukan konstruktif demi kemajuan bersama.
Menutup rangkaian acara, Noak turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus demisioner atas dedikasi dan kerja keras mereka selama memimpin organisasi pada periode sebelumnya. (Sitha)













