Mimika

Palang Merah Indonesia Soroti Kebutuhan Darah dan Minimnya Fasilitas UTD di Daerah

×

Palang Merah Indonesia Soroti Kebutuhan Darah dan Minimnya Fasilitas UTD di Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Mimika, Johannes Rettob bersama pengurus dan anggota PMI usai HUT PMI ke-81.

Timika (Suaramimika.com) — Palang Merah Indonesia (PMI) terus mengoptimalkan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam hal penanganan donor darah dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di berbagai daerah.

Namun, sejumlah tantangan mendasar masih menjadi hambatan utama, terutama terkait keterbatasan fasilitas kesehatan.

Ketua PMI Mimika, Johannes Rettob, menyoroti bahwa ketersediaan darah di daerah masih sangat kurang dan belum memadai.

“Ketersediaan darah kita ini masih kurang banyak sekali. Kami, Palang Merah, belum punya gedung dan Unit Transfusi Darah (UTD) yang memadai tahun ini,” ujar Rettob, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa UTD merupakan fasilitas yang sangat vital karena di dalamnya harus terdapat laboratorium serta bank darah yang siap sedia.

Selama ini, koordinasi terkait kebutuhan darah sering kali masih dilakukan secara manual melalui grup percakapan antarrekan ketika ada warga yang membutuhkan pendonor.

Selain itu, kerja sama antara PMI dan pihak rumah sakit saat ini jelas Rettob, masih sebatas memfasilitasi panggilan donor darurat saat dibutuhkan.

Idealnya, lanjut Rettob, seluruh kebutuhan darah dan penyediaan tempat sudah dipersiapkan secara matang oleh PMI. Namun, karena keterbatasan fasilitas dan gedung UTD, petugas sering kali harus mendatangkan tenaga medis langsung dari rumah sakit sesuai kebutuhan.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, PMI tetap aktif menjalankan berbagai program pembinaan, khususnya di kalangan generasi muda. Saat ini, PMI memiliki puluhan ribu anak-anak Palang Merah Remaja (PMR) yang aktif di berbagai sekolah, mulai dari tingkat madya hingga wira.

Secara konsisten, PMI juga memberikan pelatihan pertolongan pertama serta pembinaan kepada para pembina sekolah dan relawan untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, seperti bencana alam atau kecelakaan. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *