Timika (Suaramimika.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memastikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika pada tahun 2026 ini akan dikemas secara sederhana, namun tetap sarat makna dan khidmat.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, menyampaikan, ada penyesuaian jadwal pelaksanaan puncak peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika.
“Semula agenda tersebut dijadwalkan pada 8 Oktober, namun diundur menjadi 12 Oktober 2026 lantaran pimpinan daerah berhalangan hadir di tempat pada tanggal tersebut,” ujar Abraham, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia HUT ke-30 Mimika, Yohana Paliling, mengatakan, ulang tahun kabupaten mengusung tema “Mimika Menuju Gerbang Emas, Mimika Rumah Kita”, momentum tiga dekade ini dijadikan ajang refleksi atas perjalanan panjang daerah sekaligus menatap harapan pembangunan ke depan.
“Kegiatan HUT Mimika kali ini dilaksanakan secara sederhana, tetapi tetap khidmat. Kita ingin merefleksikan Mimika di dekade ketiga, 30 tahun. Kegiatannya hanya satu hari, diawali dengan upacara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama,” jelas Yohana.
Kata Yohana, puncak peringatan yang mulanya bertepatan dengan tanggal 8 Oktober, dijadwalkan ulang menjadi 12 Oktober 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) SP.3 Kabupaten Mimika.
Pergeseran waktu ini dilakukan karena adanya agenda pimpinan daerah yang berbenturan dan tidak dapat ditinggalkan.
Panitia jelas Yohana, meniadakan perlombaan khusus, sementara program rutin di masing-masing OPD tetap berjalan.
Kemudian, akan ada momen selayang pandang yang disiapkan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika untuk menampilkan rekam jejak pembangunan Mimika dari masa lalu hingga masa depan melalui videotron dengan sistem hitung mundur.
Perayaan ini jelas Yohana, diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 4.000 hingga 5.000 warga di Puspem.
Guna merangkul seluruh masyarakat hingga wilayah pinggiran, Pemkab Mimika mendorong warga di distrik jauh baik kawasan pesisir maupun pegunungan untuk menggelar upacara dan doa bersama secara mandiri di distrik masing-masing.
Selain itu, perayaan HUT ke-30 ini kental dengan nuansa kultural.
Seluruh peserta tambahnya, direncanakan mengenakan pakaian adat Nusantara, sementara unsur budaya lokal akan ditonjolkan melalui tata cara, busana, dan dekorasi yang merefleksikan semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Mendekati hari H, pihak panitia juga telah berkoordinasi erat dengan instansi keamanan dan kesehatan guna menjamin kenyamanan, keamanan, serta kelancaran seluruh rangkaian acara bagi masyarakat luas. (Sitha)















