Kesehatan

ISPA dan Malaria Kasus Penyakit Tertinggi : Puskesmas Atuka Rutin Promosi Kesehatan

×

ISPA dan Malaria Kasus Penyakit Tertinggi : Puskesmas Atuka Rutin Promosi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Julia Tahitu.

Timika (suaramimika.com) – Di Tahun 2025, dari 10 besar penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat di Distrik Mimika Tengah, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menduduki peringkat pertama. Kemudian disusul penyakit malaria.

“Tahun 2025 dari urutan 10 besar penyakit, ISPA di urutan pertama, lalu malaria. Itu ditangani. Kami tetap melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat. Setiap petugas ada di masing-masing Pustu dan bahkan Puskesmas,” jelas Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, Selasa (27/1/2026) di Hotel Swiss-Bellin.

Puskesmas Atuka kata Lia, melakukan upaya pengobatan penyakit malaria dengan adanya keterlibatan Pengawas Minum Obat (PMO), kader malaria dan layanan Program Kampung Sehat dan pembagian kelambu malaria serta pengawasannya.

Adapun kasus ISPA sepanjang tahun lalu sebanyak 6509 kasus. Sebagian besar kasus ISPA ini disebabkan karena pola perilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang diterapkan oleh masyarakat.

Sementara itu untuk penyakit malaria yakni sebanyak 2876 kasus. Pada penyakit malaria ini, pemeriksaan darah dilakukan kerap kali berulang pada satu pasien sehingga ditemukan banyak kasus.

Kasus ISPA dan malaria tahun lalu menurun bila dibandingkan tahun 2024 karena adanya upaya promotif dan preventif oleh petugas kesehatan.

“Tetap dilakukan promosi kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan sampai tuntas, intervensi kembali lagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Tambah Lia, pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas Atuka berlangsung di lima kampung yakni Kampung Atuka, Keakwa, Timika Pantai, Aikawapuka dan Mioko.

Terhitung ada empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di empat kampung.

Selain melakukan pelayanan kesehatan langsung di lokasi Pustu dan Puskesmas, kegiatan lain yakni Posyandu rutin dilakukan dengan pemeriksaan ibu hamil, bayi dan balita.

Saat ini, kata Lia, Puskesmas Atuka juga memiliki alat USG yang digunakan untuk pelayanan kepada ibu hamil. Dengan adanya alat USG portable, sebutnya, bisa dibawa keliling kampung sehingga ibu hamil yang ada di empat kampung lainya lainya di luar Kampung Atuka.

“Kami punya akat USG portable jadi bisa dibawa keliling kampung. Selain di Atuka, ibu hamil di empat kampung lainya juga bisa diperiksa,” pungkasnya. (Sitha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *