Timika (Suaramimika.com) – Dalam rangka menyatukan iman dan budaya digital, maka Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) bersama Gereja dan Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika menggelar Pekan Alkitab 2026 selama tiga hari, yakni Selasa (31/3/2026) sampai Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di aula Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika dengan mengusung tema “Firman Allah Menginspirasi Budaya Digital” yang berlandaskan Yohanes 1:14.
Kepala Perwakilan LAI Tanah Papua, Melvy Alfons, mengatakan, Pekan Alkitab menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan umat sekaligus mendekatkan masyarakat kepada firman Tuhan melalui pendekatan yang lebih kreatif dan kontekstual.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan Alkitab lebih dekat di hati umat Tuhan. Tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Melvy, penyampaian firman Tuhan tidak lagi terbatas pada mimbar atau khotbah semata, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang melibatkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ia juga menyoroti hadirnya Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB2) yang kini tengah disosialisasikan ke seluruh gereja. Proses transisi ini, kata dia, membutuhkan pemahaman bersama, sehingga LAI menghadirkan berbagai seminar, termasuk seminar bertajuk “Mengapa Alkitab Berubah” guna menjawab pertanyaan jemaat.
Selain seminar, Pekan Alkitab juga diramaikan dengan berbagai lomba seperti cerdas cermat Alkitab, lomba mewarnai untuk anak-anak, hingga Bible storytelling. Tak hanya itu, LAI juga menghadirkan pameran mini museum Alkitab yang menampilkan berbagai replika benda-benda bersejarah dalam Alkitab.
“Masih banyak saudara-saudara kita di pelosok yang rindu akan firman Tuhan, namun terbatas secara geografis dan ekonomi. Ini menjadi panggilan bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM), Pdt. Paskal Viktor Warin, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi Alkitab TB2 sangat penting, terutama bagi para pelayan gereja, majelis, dan guru sekolah minggu.
“Generasi muda harus dipersiapkan dengan baik. Alkitab adalah sumber pengetahuan dan kehidupan. Dari sanalah kita belajar untuk masa depan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan apresiasi kepada LAI dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai Pekan Alkitab bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Kegiatan ini tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang berintegritas, harmonis, dan toleran,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan yang konstruktif, termasuk rencana pengadaan Alkitab bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.
“Momentum ini menjadi bagian dari sosialisasi penting terkait Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua. Kami berharap informasi ini dapat diteruskan ke seluruh jemaat,” tutupnya.
Pekan Alkitab 2026 diharapkan menjadi sarana memperkuat iman, memperluas pemahaman firman Tuhan, serta menginspirasi umat untuk menghidupi nilai-nilai Kristiani di tengah perkembangan era digital. (Sitha)















