Timika (Suaramimika.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Mimika memula pembangunan gedung kantornya di lorong Tirita di Jalan WR. Soepratman dengan ditandai peletakan batu pertama yang didoakan oleh Pdt Alfred Okarai, pada Senin (27/4/2026).
Setelah doa syukur, peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI P kemudian diteruskan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong sebagai kader, lanjut oleh Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun, Ketua DPC PDI P, Adrian Andika Thie dan Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah dari PDI P, Yohanes Felix Helyanan.
Adrian Thie mengatakan pembangunan gedung kantor DPC PDI P ini direncanakan akan dibangun di atas luas lahan 20×30 meter atau 600 meter persegi.
Pembangunan gedung kantor ini kata Adrian, menjadi simbol bahwa PDI P hadir untuk masyarakat Mimika.
“Gedung kantor ini menjadi honai, tapare untuk kader dan simpatisan sebagai tempat berdiskusi merencanakan yang terbaik untuk Mimika ke depan,” ujar Adrian.
Pembangunan gedung kantor ini kata dia, direncanakan akan dilakukan kurang lebih dua sampai tiga tahun.
Dengan koordinasi bersama para anggota dewan dari PDI P, Adrian berharap pembangunan gedung kantor ini bagian dari mereka seperti simbol utama PDI P yakni gotong royong membangun kantor ini. Untuk itulah berharap nantinya gedung kantor ini bukan saja sebagai simbol bagi pengurus saja melainkan tempat bagi semua yang mencintai PDI P.
“Harapan saya bukan simbol bagi pengurus saja tapi tempat bagi semua yang mencintai PDI P,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi rencana pembangunan kantor DPC PDI P ini .
Kata Rettob, jika semua pihak yang berkaitan sama-sama berkontribusi maka pembangunan kantor DPC PDIP bisa segera diselesaikan.
“Dengan hati yang sama, punya perhatian yang sama untuk partai dengan peletakkan batu pertama ini menunjukkan kesamaan untuk membangun kantor DPC PDI P ini,” katanya.
Senada dengan hal itu, Ketua DPP PDI P Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun
berharap untuk Timika setelah diletakkan pembangunan harus dibangun. Dengan dukungan bupati dan wakil bupati sebagai kader PDI P, maka pembangunan kantor ini bisa segera diselesaikan satu atau dua tahun ke depan.
Tempat ini kata dia harus menjadi lokasi yang bisa melahirkan generasi bagi masa depan di Tanah Papua.
“Dalam kehidupan dengan tradisi gotong royong, walaupun bupati dan wakil bupati punya kuasa, namun dalam semangat kebersamaan, seluruh kader PDI P bisa bergerak membantu,” pungkasnya. (Sitha)















