Kabar Mimika

Pemkab Mimika Dukung Rencana Pelayaran Perintis Ke Jita dan Agimuga

×

Pemkab Mimika Dukung Rencana Pelayaran Perintis Ke Jita dan Agimuga

Sebarkan artikel ini
Johannes Rettob.

Timika (Suaramimika.com) – Wakil Ketua IV DPR Provinsi Papua Tengah, John MR Gobai mengemukakan rencana adanya pelayaran perintis dari Mimika menuju Jita dan Agimuga.

Menanggapi rencana ini, Bupati Mimika Johannes Rettob memberi dukungan dan apresiasinya terhadap yang disampaikan oleh John Gobai dalam agenda hearing atau dengar pendapat yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Selasa (5/5/2026).

Walaupun memberi dukungan, namun kata Bupati Rettob, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni pertama ada beberapa rekomendasi yang harus disampaikan untuk mengoperasikan satu pelabuhan.

Di man, unsur-unsur yang harus disepakati dalam pengoperasian satu pelabuhan yakni pihak mana yang akan mengelola. Selanjutnya apakah pelabuhan ini masuk kategori PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau pelabuhan laut.

Semua ini kata Rettob, harus disepakati terlebih dahulu baru kemudian bisa bersama-sama dicari Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelolanya.

“Pertama soal pelabuhan dulu. Siapa yang mengelola? Ini dulu ditetapkan dulu. Kabupaten kah, Provinsi kah, Kementerian Perhubungan kah? Pelabuhan ini masuk kategori apa? Pelabuhan ASDP atau pelabuhan laut? Ini kita sepakati dulu. Sesudah itu, kalau sudah ditetapkan baru kita bisa cari SDM-nya dan lain-lain,” jelas Rettob.

Kemudian, ke dua yakni masalah akses menuju pelabuhan. Di mana, pihak yang melakukan survei awal adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika dengan penentuan titik di pelabuhan sipu-sipu.

“Tetapi titik itu waktu itu dari sisi kedalaman pelabuhan bisa, tapi alur masuk menuju pelabuhan itu yang susah untuk kapal yang berukuran di atas 40 sampai 80 GT. Kalau 20 GT masih masuk, 80 GT ini susah untuk masuk,” jelasnya.

Selain itu ada hal lain yang juga harus diperhatikan yakni soal pendangkalan yang terjadi di sungai.

“Karena kita harus (keruk), sungainya itu, sungai kita ini kan pendangkalan-pendangkalan. Dan ini bukan terjadi karena tailing, tetapi ini areal dari Potowaiburu sampai di sana ini (Poumako), kita ini delta. Jadi delta itu memang karakteristiknya begitu, ditambah lagi apalagi tambah tailing, lebih cepat lagi kan gitu,” terangnya.

Bupati Rettob menegaskan, selain beberapa hal di atas, teknis operasional pelabuhan itu juga harus diperhatikan.

“Nah sekarang komitmennya, teknis operasionalnya yang kita harus pikirkan, izin rutenya sudah ada. Izin rute ya, tapi apakah sudah ada izin operasi? Bagaimana keselamatan pelayarannya? Bagaimana alur pelayarannya? Bagaimana organisasi yang untuk mengelola pelabuhan? Ini harus kita pikirkan semua,” ungkapnya.

Soa lain seperti kapal masuk dan sandar sebutnya dimana saja. Di mana, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengeloaan pelabuhan dengan baik.

“Contoh seperti pelabuhan Pomako. Dulu pelabuhan Pomako tidak ada organisasi tetapi pelabuhan sudah dibangun, sudah ada dulu baru pemerintah masuk, akibatnya sekarang susah untuk diatur. Kurang lebih seperti itu ya. Tapi Pemerintah Kabupaten tetap mendukung trayek perintis,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *