Timika (Suaramimika.com) – Bangunan liar masih menjamur di jalan utama, dan tempat yang tidak seharusnya. Begitu juga dengan kendaraan yang masih parkir di pinggir badan jalan raya, yang menyebabkan gangguan arus lalu lintas.
Menanggapi dua persoalan ini, Bupati Mimika, Johannes Rettob memberi perintah kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian Perdagangan untuk berkolaborasi menyelesaikannya.
“Penertiban bangunan liar oleh Satpol PP sesuai tugas pokok dan fungsi untuk menertibkan ketertiban umum. Penertiban koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Disperindag,” tegas Bupati Rettob, Senin (8/6/2026).
Bupati Rettob menyebut, ada kewajiban perizinan, yakni setiap pembangunan wajib memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan harus memenuhi syarat, termasuk menyediakan lahan parkir agar tidak mengganggu jalan umum.
OPD teknis sebutnya, harus cepat melakukan tindakan jika ada yang baru mulai membangun atau memasang tiang dan segera ditertibkan agar tidak berkembang.
Selain persoalan bangunan liar, ditemukan juga antrean panjang kendaraan di SPBU hingga menutupi trotoar dan jalan umum, bahkan mengganggu akses masuk rumah warga.
“Stok BBM dijamin cukup, bahkan untuk satu bulan ke depan. Sehingga antrean panjang ini disinyalir, akibat kepanikan atau praktik penimbunan,” jelasnya.
Untuk itulah, Satpol PP bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan segera melakukan pengecekan dan penertiban, agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Untuk izin pembangunan atau PBG, bapak-ibu lihat ya persyaratannya, jelas bangun harus ada lahan parkir. Bangunan tanpa izin parkir, jadi parkir liar itu semua tuh menjadi persoalan kita. Ini menjadi PR berat untuk kita lakukan,” ungkapnya.
Pemerintah tambah Bupati Rettob, akan menerapkan kebijakan yakni tidak akan memberikan izin pendirian bangunan jika tidak menyediakan lahan parkir yang cukup dan mempertimbangkan kebutuhan ke depan.
“Kalau memang tidak punya parkir, jangan kasih izin bangunan. Harus ada parkiran. Macam di model Azko itu kan ada parkirannya sedikitt, tetapi ternyata luapannya kan lebih besar. Jadi harus cari solusi,” pungkasnya. (Sitha)















