Kabar Mimika

Kabupaten Mimika Dapat Jatah Pembangunan 8 Kampung Nelayan Merah Putih

×

Kabupaten Mimika Dapat Jatah Pembangunan 8 Kampung Nelayan Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat meletakkan batu pertama pembangunan KNMP di Kampung Poumako, Senin (31/8/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan salah satu program strategis nasional, dengan memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Mimika.

Sebanyak 8 KNMP akan dibangun di Mimika. Sebagai tanda dimulainya pembangunannya, maka Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama jajaran Forkompinda dan beberapa kepala distrik wilayah pesisir meletakkan batu pertama pembangunan KNMP di Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Senin (31/8/2026).

KNMP ini hadir untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan masyarakat pesisir lewat ekosistem perikanan modern dari hulu ke hilir.

Di Mimika, KNMP akan berlokasi di 6 Distrik yakni di Distrik Mimika Timur di Kampung Poumako, Distrik Mimika Tengah di Kampung Atuka, Distrik Mimika Barat di Kampung Kiura.

Lalu Distrik Mimika Barat Tengah di Kampung Pronggo dan Mupuruka, Distrik Amar di Kampung Amar, dan Kampung Ipiri dan terakhir Distrik Mimika Barat Jauh di Kampung Potowaiburu.

Bupati menyampaikan, program KNMP ini merupakan Program Strategis Nasional yakni bagian dari 12 program prioritas yang dicanangkan Presiden dalam Asta Cita, dan dibina langsung oleh KKP dan telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia, dan kini hadir di Mimika.

Tanpa wadah dan tata kelola yang kuat, terstruktur, dan berpihak pada nelayan, potensi laut yang besar kata Bupati, tidak akan memberi manfaat optimal.

“Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar bangunan fisik melainkan pusat ekonomi baru, tata kelola perikanan yang terintegrasi, dan pemberdayaan nelayan lokal,” ujarnya.

Melalui program ini jelas Rettob, menjadi fondasi agar hasil laut Mimika dinikmati, dikelola, dan memberi keuntungan untuk masyarakat Mimika terlebih dahulu.

“Potensi kita luar biasa, pemanfaatannya masih sangat kecil. Ikan kita diambil orang lain, dibawa keluar, lalu kita impor kembali. Kampung Nelayan Merah Putih adalah langkah nyata untuk mengubah itu agar kekayaan laut kita kembali untuk kita semua,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *