Timika (Suaramimika.com) — Dunia perpolitikan dan masyarakat Kabupaten Mimika berduka cita yang mendalam.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika berpulang ke Rumah Bapa di Surga pada Sabtu (5/9/2026) dini hari, setelah berjuang melawan sakit cukup lama.
Sebab itu, DPRK Mimika menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memberikan penghormatan dan pelepasan jenazah Wakil Ketua II, Almarhum Karel Gwijangge, pada Senin (7/9/2026) di Ruang Sidang Paripurna.
Almarhum lahir di Nduga, 8 Mei 1970, merupakan anak pertama dari enam bersaudara pasangan Bapak Pdt. Yulas Gwijangge, dan Ibu Oditwe Nirigi.
Perjalanan pengabdian almarhum kepada masyarakat Mimika, telah berlangsung puluhan tahun.
Karir politiknya di DPRK Mimika membentang lebih dari dua dekade yakni mulai Tahun 2002–2004, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Mimika.
Kemudian menjabat lagi pada periode berikutnya di tahun 2004–2009, sebagai Ketua Fraksi Buruh.
Almarhum terpilih kembali sebagai wakil rakyat pada periode tahun 2009–2014. Kemudian tahun 2014–2019 sebagai Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Mimika (PDI Perjuangan).
Terakhir tahun 2024–2026 menjabat Wakil Ketua DPRK Kabupaten Mimika, (PDI Perjuangan) dari Dapil 4.
Di luar dunia politik, almarhum dikenal sebagai sosok yang tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih menangani berbagai konflik sosial yang terjadi di Timika.
Kehadirannya selalu dirindukan, karena mampu menjembatani berbagai perbedaan di tengah masyarakat.
Selain itu, almarhum juga aktif mendukung pembangunan gereja serta menyalurkan bantuan bagi kegiatan keagamaan, serta berperan aktif dalam pembangunan perumahan di Mimika sejak tahun 2002 hingga akhir hayatnya.
Sejak tahun 2022, almarhum mulai mengalami gangguan kesehatan ringan, namun tetap teguh menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat.
Kondisi kesehatan almarhum terus dipantau, dan dirawat di berbagai tempat mulai rawat inap di RSUD Mimika.
Selanjutnya menjalani perawatan di Penang, Malaysia, lalu pada Bulan Agustus 2025 kembali dirawat di RSUD Mimika.
Kemudian pada Bulan September 2025 dirujuk ke Jakarta, berobat di RS. Siloam.
Pada Bulan Februari 2026 ia kembali berobat ke Malaysia selama 2 minggu 3 hari. Selanjutnya Bulan Maret 2026 dirawat di RS MMC Kuningan, Jakarta.
Lalu 4 September 2026 kembali masuk rumah sakit, dan pada Tanggal 5 September 2026 dini hari menghembuskan nafas terakhir dengan tenang.
Almarhum meninggalkan istri tercinta, yang dinikahinya pada 5 November 2021 di Gereja Kemah Injili Indonesia, Jemaat Bethessa Irigasi, serta sepuluh orang anak dan dua orang cucu yang sangat dicintainya.
Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau menyampaikan, seluruh pimpinan, anggota, dan sekretariat DPRK berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sosok sahabat sekaligus pimpinan, almarhum Karel Gwijangge.
“Kini raganya telah tiada, namun semangat, dedikasi, serta jasa-jasa almarhum akan senantiasa hidup di hati kita dan tercatat abadi dalam sejarah pembangunan Kabupaten Mimika,” ujar Primus.
Sementara Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, secara pribadi ia telah mengenal almarhum cukup lama.
Rettob mengisahkan, ia seringkali duduk bersama, berdiskusi mendalam mengenai segala hal yang berkaitan dengan pembangunan Kabupaten Mimika.
Menurut Bupati bahwa almarhum Karel Gwijangge adalah sosok yang berpikir kritis, namun sekaligus berpikir konstruktif. Setiap gagasan yang ia sampaikan, selalu mengarah pada kemajuan dan kebaikan bersama.
“Apabila ada sesuatu yang kurang nyaman bagi dirinya, beliau sampaikan dengan cara yang sangat-sangat halus dan penuh kebijaksanaan. Hanya saya yang paling paham, kapan sesungguhnya beliau sedang merasa keberatan dan itulah karakter yang selalu beliau tinggalkan dalam setiap kegiatan sehari-hari di lembaga ini,” ucap Bupati.
Ia menambahkan, sangat kehilangan sosok almarhum karena selama ini, almarhum selalu hadir memberikan saran-saran yang membangun, dan yang menyejukkan hati.
“Selamat jalan sahabat, Bapak Karel Gwijangge. Pejuang rakyat yang lembut, namun teguh. Nasihat dan saranmu akan selalu kami kenang. Tuhan memberimu tempat terindah di Surga,” pungkas Rettob.(Sitha)













