Kesehatan

Dinkes Mimika Catat 1,1 Juta Pemeriksaan Malaria hingga September 2026, Imbau Warga Rutin Cek Kesehatan

×

Dinkes Mimika Catat 1,1 Juta Pemeriksaan Malaria hingga September 2026, Imbau Warga Rutin Cek Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kamaluddin.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 1.085.347 pemeriksaan malaria telah dilakukan hingga pertengahan September 2026. Dari total pemeriksaan tersebut, ditemukan sebanyak 117.910 kasus positif malaria di wilayah Kabupaten Mimika.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaluddin, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi hasil pemeriksaan sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan bulan September.

Ads

“Sampai dengan sekarang tahun 2026, jumlah pemeriksaan kita sampai pertengahan September itu 1.085.347 pemeriksaan, dengan kasus positifnya ada 117.910,” ujar Kamaluddin saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (29/9/2026).

Sebagai perbandingan, jumlah pemeriksaan pada tahun sebelumnya tercatat jauh lebih tinggi, yakni mencapai 1.299.815 pemeriksaan dengan total 190.593 kasus positif.

Kamaluddin menyebutkan bahwa kasus malaria saat ini masih banyak ditemukan di sejumlah wilayah, terutama di Distrik Wania, kawasan Pasar Sentral, dan Kota Timika.

Menurutnya, pemeriksaan secara rutin merupakan langkah krusial untuk mendeteksi penderita, memberikan pengobatan secara dini, sekaligus memutus mata rantai penularan malaria di Mimika.

Oleh karena itu, Dinkes Mimika mengimbau masyarakat agar aktif melakukan pemeriksaan malaria secara rutin, bahkan dianjurkan hingga enam sampai tujuh kali dalam setahun, terutama bagi warga yang tinggal di daerah dengan risiko tinggi penularan.

“Dalam rangka menghabiskan parasit dalam tubuh manusia, masyarakat Mimika diimbau untuk bisa melakukan pemeriksaan malaria enam sampai tujuh kali dalam setahun. Pemeriksaan itu gratis,” tegasnya.

Pemeriksaan tersebut dapat diakses melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan resmi maupun pos-pos pemeriksaan yang telah disebarkan di sejumlah lokasi. Kamaluddin juga meminta masyarakat agar kooperatif dan tidak menolak petugas kesehatan yang datang melakukan pemeriksaan.

“Mohon untuk tidak menolak. Kalau pemeriksaan ini bisa dilakukan seluruh masyarakat di Mimika, target kita bisa tercapai,” tambahnya.

Semakin banyak warga yang diperiksa, lanjut Kamaluddin, maka kasus positif dapat semakin cepat ditemukan dan diobati sampai sembuh.

Langkah ini dinilai efektif untuk menekan keberadaan parasit malaria dalam tubuh manusia agar tidak menjadi sumber penularan bagi nyamuk kepada orang lain.

Selain menggalakkan pemeriksaan mandiri secara rutin, Kamaluddin juga mengingatkan pasien yang terkonfirmasi positif malaria agar mematuhi anjuran medis dengan menghabiskan obat sesuai resep dokter atau tenaga kesehatan.

“Yang kedua, minum obatnya harus sampai selesai. Kita minta tolong sekali masyarakat kita itu kalau sakit malaria, tolong minum obatnya sampai selesai karena pengobatan yang terputus dapat menghambat efektivitas pengendalian penyakit,” jelasnya.

Di samping itu, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan langkah-langkah pencegahan mandiri, seperti menggunakan kelambu saat tidur, memakai losion atau obat antinyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan menimbun atau mengalirkan genangan air di sekitar rumah.

Kamaluddin menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga medis semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat demi melindungi diri dan keluarga dari ancaman penularan.

“Kalau kita mau menurunkan kasus malaria, maka masyarakat kita harus berpartisipasi, paling tidak untuk dirinya dan keluarganya,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *