Timika (Suaramimika.com) — Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak yayasan serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berkomitmen membangun dan memberdayakan masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Mimika dalam sambutannya saat menghadiri rangkaian kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) UMKM yang merupakan bagian dari program strategis Gubernur Provinsi Papua Tengah, di Kilometer 11, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, Selasa (6/10/2026).
Peletakan batu pertama pembangunan BLK dan UMKM ini juga terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Yayasan Pengembangan Talenta Papua.
Pemerintah daerah kata Wakil Bupati, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan ekonomi masyarakat.
Ruang yang luas terus dibuka bagi berbagai mitra, mulai dari pihak gereja, lembaga kemasyarakatan, hingga organisasi non-pemerintah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan UMKM lokal di Kabupaten Mimika.
“Pemerintah memberi ruang itu dan terus mendukung apapun bentuk kegiatannya, apalagi UMKM ini penting sekali untuk Kabupaten Mimika,” ungkap Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote mengatakan, pembangunan BLK dan Koperasi UMKM di kawasan ini bukan sekadar mendirikan bangunan.
Lebih dari itu, tempat ini ditetapkan sebagai milik seluruh warga Kabupaten Mimika untuk dijaga, dikelola, dan diambil manfaatnya secara bersama-sama.
Kemajuan kegiatan ini akan dilaporkan langsung kepada Gubernur Papua Tengah, agar dukungan dan arahan dapat terus mengalir. Kerja sama yang erat telah terjalin dengan Bapak Panten Didimus dalam pelaksanaan pelatihan maupun pembinaan jangka panjang.
Pengembangan koperasi dan yayasan di Mimika ini masuk ke dalam program prioritas Provinsi Papua Tengah, yang menargetkan pembangunan satu koperasi unggulan di tiap kabupaten se wilayahnya.
“Jangan sampai bangunan ini berdiri kokoh dan berjalan baik, tetapi yang menikmati justru orang lain. Kita yang membangun, kita pula yang harus menerima manfaatnya,” jelasnya.
Keterampilan warga tambahnya, harus dikembangkan di sini, usaha tumbuh dari lingkungan sendiri, dan kesejahteraan meningkat dari tangan warga sendiri. Itulah tujuan utama yang ingin dicapai. (Sitha)















