Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) guna memperkuat koordinasi dan komitmen lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat daerah di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Kamis, (8/10/2026).
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mimika, Fransiskus Bokeyau menekankan bahwa pelaksanaan GERMAS memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, hingga masyarakat luas agar perilaku hidup sehat dapat dibudayakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kabupaten Mimika kata Bokeyau, masih dihadapkan pada berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks, di antaranya kasus malaria dan Tuberkulosis (TBC).
Kemudian, Penyakit Tidak Menular (PTM), masalah kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi yang belum sehat, serta perilaku berisiko lainnya.
“Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan penanganan bersama melalui koordinasi, pembagian peran, dan komitmen lintas sektor yang jelas,” ujar Bokeyau.
Sementara itu, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang GERMAS, ada langkah yang dilakukan mencakup peningkatan aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat, perbaikan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, serta edukasi hidup sehat.
Rakor yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta terdiri dari para kepala dinas, kepala distrik, kepala puskesmas, jajaran Dinas Kesehatan, serta perwakilan instansi terkait lainnya ini memiliki beberapa agenda utama, antara lain memaparkan draf awal Keputusan Bupati (SK) tentang GERMAS sekaligus menghimpun masukan dari peserta.
Selanjutnya, memperjelas pembagian peran peserta serta dukungan dari masing-masing perangkat daerah dan unsur terkait.
Langkah berikutnya yakni menyepakati tindak lanjut penyempurnaan draf dokumen sebelum memasuki tahapan sinkronisasi dan harmonisasi.
“Pemerintah daerah berharap agar kebijakan ini tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas, melainkan diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan nyata yang terpadu,” jelas Bokeyau.
Melalui rakor ini, Bokeyau berharap sinergi yang kuat antarsektor diharapkan mampu mewujudkan langkah nyata dalam memperkuat GERMAS di Kabupaten Mimika secara terukur dan berkelanjutan. (Sitha)















