Kesehatan

Kabut Asap Berangsur Menghilang, Akumulasi Kasus ISPA di Mimika Tembus 81 Ribu Kasus

×

Kabut Asap Berangsur Menghilang, Akumulasi Kasus ISPA di Mimika Tembus 81 Ribu Kasus

Sebarkan artikel ini
Marselino Mameyau.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menginstruksikan seluruh Puskesmas di wilayahnya untuk tetap memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang datang berobat dengan keluhan gangguan pernapasan pasca kabut asap menghilang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, menegaskan bahwa meski paparan kabut asap mulai berangsur menghilang, pemantauan kesehatan warga harus terus berjalan demi mencegah timbulnya komplikasi penyakit yang lebih berat.

Ads

“Kita berharap setelah sedikit demi sedikit kabut asap menghilang, jangan sampai ada masyarakat yang terkena batuk dan pilek, kemudian berkembang menjadi bronkitis, masuk ke paru-paru hingga mengalami sesak napas. Itu yang kita harapkan jangan sampai terjadi,” ujar Marselino, Senin (2/11/2026).

Marselino meminta petugas medis di setiap puskesmas untuk cekatan memberikan pelayanan dan segera melakukan penanganan medis begitu menemukan warga dengan gejala batuk, pilek, atau keluhan pernapasan lainnya.

Berdasarkan data pemantauan Dinkes Mimika per 30 Oktober 2026, tercatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Januari hingga akhir Oktober 2026 telah mencapai 81.355 kasus.

Laporan harian per 30 Oktober sendiri mencatat terdapat 368 kasus ISPA baru, dengan rincian 197 pasien laki-laki, 170 pasien perempuan, dan 1 kasus pada ibu hamil.

Selain ISPA, laporan harian per tanggal tersebut juga mencatat adanya 1 kasus iritasi mata serta 14 kasus asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Meski angka kasus terbilang tinggi, Marselino meluruskan bahwa tidak semua keluhan pernapasan warga disebabkan langsung oleh dampak kabut asap.

“Memang ada orang dewasa juga, tetapi tidak semuanya akibat pengaruh kabut asap. Ada juga batuk dan pilek biasa,” jelasnya.

Guna memastikan situasi terkendali, Dinkes Mimika akan terus menghimpun laporan perkembangan kasus dari tiap-tiap puskesmas secara berkala setiap pekannya.

Rekapitulasi data ini nantinya dilaporkan langsung kepada Bupati Mimika sebagai bahan pemantauan dan evaluasi kebijakan pemerintah daerah.

“Setiap minggu kita monitor terus. Saya juga sudah sampaikan kepada masing-masing puskesmas supaya tetap mengawasi masyarakat yang datang berobat. Laporannya setiap minggu kita sampaikan kepada Bupati,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *