Religi

Perayaan Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026, Bupati Mimika Ajak Masyarakat Terus Jaga Kedamaian

×

Perayaan Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026, Bupati Mimika Ajak Masyarakat Terus Jaga Kedamaian

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyalakan lilin pada saat perayaan Natal 2025 dan syukuran Tahun Baru 2026.

Timika (suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar perayaan Natal 2025 dan syukuran Tahun Baru 2026, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), para tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan dan masyarakat di gedung Eme Neme Yauware, pada Senin (5/1/2026).

Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan natal dan tahun baru ini digelar sebagai wujud syukur sekaligus refleksi iman dalam menyongsong tahun yang baru.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menjaga kebersamaan, koordinasi, dan pelayanan kepada masyarakat sepanjang tahun 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak-Ibu sekalian atas jasa, karya, dan peran masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Semua yang telah dilakukan menjadi bagian dari sejarah besar bagi daerah ini,” ujar Rettob.

Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang, koordinasi, dan kerja sama lintas sektor antara pemerintah, TNI–Polri, tokoh agama, dan masyarakat.

Memasuki Tahun Baru 2026, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan hal-hal lama dan melangkah dengan semangat baru, cita-cita baru, serta harapan yang lebih baik.

“Kita masuk ke tahun yang baru dengan semangat yang baru. Kita tinggalkan semua yang lama, dan kita mulai dengan niat, keinginan, serta aspirasi yang terang untuk membangun Mimika yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memohon berkat dan penyertaan Tuhan agar perjalanan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi seluruh warga.

“Kita mohon berkat Tuhan, berkat kasih-Nya, supaya kita bisa berjalan bersama, saling berbagi, dan saling melayani,” ungkapnya.

Selanjutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tambah Rettob, khususnya dalam bidang pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

“Masyarakat tidak boleh sakit. Rumah ini harus bersih. Tugas kita adalah memastikan masyarakat merasa pemerintah hadir dan melayani dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi membangun Mimika yang aman, sejahtera, dan beriman.

“Mari kita bersatu, berkolaborasi, dan bekerja bersama untuk perubahan. Dengan semangat kebersamaan, kita bangun kekuatan dan masa depan Mimika yang lebih baik,” paparnya.

Seperti diketahui, pada perayaan natal, bertindak sebagai pengkhotbah adalah Pdt Yandi Manobe, S.Th. Dengan bacaan firman Tuhan dari Matius 1:21–24.

Pdt Yandi menekankan bahwa manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lain karena memiliki akal, perasaan, roh, dan jiwa.

“Manusia memiliki otak untuk berpikir dan hati untuk merasakan. Karena itu, manusia memiliki kemampuan untuk berdoa dan membangun relasi dengan Tuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa manusia memiliki posisi istimewa di hadapan Tuhan, namun tetap dituntut untuk berserah dan meminta kepada-Nya.

“Mintalah, maka Aku akan memberi. Bahkan dunia pun Aku berikan dan setan pun tunduk kepada-Ku. Ini menunjukkan manusia mendapat tempat yang spesial di hadapan Tuhan, namun tidak boleh melupakan-Nya,” kata Pdt Yandi. (Sitha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *