Timika (suaramimika.com) – Guna mengoptimalkan fungsi masjid agar menjadi pusat ibadah dan pengembangan masyarakat yang efektif,
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika mengadakan sosialisasi dan penguatan kelembagaan kepada para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), imam dan marbot se Mimika, Rabu (14/1/2026) di Aula Cenderawasih Hotel Serayu Timika.
Selain sosialisasi dan penguatan kelembagaan, sekaligus juga diadakan pemberian kartu kepesertaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 300 pengurus DKM, imam dan marbot masjid.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau Menyampaikan apresiasi kepada pengurus DMI Mimika yang telah menginisasi kegiatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan yang dirangkaikan dengan penerimaan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM), imam dan marbot masjid se Kabupaten Mimika.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, para pengurus maakis bisa mandiri, dan berdampak positif bagi masyarakat Mimika demi kepentingan mewujudkan masjid-masjid yang makmur,” ujar Fransiskus.
Kata Fransiskus, seluruh pemangku kepentingan dengan pemerintah daerah, maka DMI dapat menjaga kelembagaan yang baik, serta mampu membangun sinergi pentingnya kelola masjid dan semakin memahami tata selayaknya mendapatkan perlindungan jaminan sosial serta menjaga kehidupan spiritual masyarakat.
“Kepedulian kita semua kepada DKM, imam dan marbot masjid merupakan bentuk nyata terhadap kesejahteraan mereka,” ungkapnya.
Selanjutnya, ungkap Fransiskus pemberian kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus DKM secara kelembagaan menjadi sebuah keharusan.
Ketua DMI Wilayah Papua Tengah, H Azis Baharudin menyebut jika sosialisasi dan penguatan kelembagaan ini juga digelar sekaligus untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid agar dapat mengelola masjid secara profesional dan modern.
Azis menghimbau kepada para pengurus DKM jika melakukan pengumpulan infak bukan saja digunakan untuk membangun fisik masjid saja tetapi disamping itu jamaah di sekitar masjid juga harus diperhatikan.
“Dalam organisasi Islam ada DKM, maka saya ingatkan masjid bukan saja tempat sholat saja melainkan untuk memakmurkan dan kesejahteraan umat,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Anggota DPRK Mimika, Hj Rampeyani Rachman yang juga bendahara DMI mengatakan jika mereka hadir bukan hanya untuk umat Islam tetapi juga sebagai wujud toleransi umat beragama di Mimika.
Sebagai pengurus DMI Mimika, Rampeyani berharap pengurus masjid tidak mudah digiring oleh siapapun untuk kepentingan pribadi.
“Saya berharap kepada pengurus DKM, imam dan marbot masjid sekiranya ada potensi untuk memecah belah umat, maka tinggalkan,” pungkasnya. (Sitha)




















