Timika (suaramimika.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di sepanjang Tahun 2025 menangani berbagai penyakit yang mendominasi untuk kategori rawat jalan yakni pertama pneumonia unspesified, dyspepsia(sakit maag), pulpitis (peradangan pada saluran akar gigi), faringitis akut atau peradangan akut pada faring, hipertensi, TBC, sakit pinggang (low back pain), miopia (rabun jauh), terakhir infeksi telinga tengah.
Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu, Sp THT-KL MKes, Rabu (4/2/2026) mengatakan, selain penanganan pasien rawat jalan, pihaknya juga menangani pasien untuk pelayanan di rawat inap.
Adapun penyakit yang mendominasi yakni pertama infeksi saluran pernafasan bawah, pneumonia, gastroenteritis atau gangguan/infeksi saluran cerna, malaria tropika, bronkitis akut, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), asma, stroke dan terakhir malaria tertiana (vivax).
Para pasien tersebut kata Anton, ditangani dan diberikan perawatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selanjutnya, penyakit malaria baik dipenanganan rawat jalan
inap maupun rawat inap masih menjadi perhatian karena tercatat sebanyak 14.357 pasien. Pasien dengan penyakit malaria yang ditangani dengan rawat jalan sebanyak 12.322 sebanyak pasien dan rawat inap 2035 pasien.
Pada pasien rawat inap ini ada pasien ibu hamil dengan malaria sebanyak 495 pasien yang dirawat jalan dan pasien ibu hamil dengan malaria yang dirawat jalan sebanyak 144 pasien.
“Jadi, cukup tinggi juga pasien ibu hamil dengan malaria,” ungkapnya.
Adapun faktor terjadinya berbagai penyakit tersebut dikarenakan upaya promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit) sebagai langkah utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban penyakit yang masih kurang dilakukan oleh masyarakat.
Lanjut Anton, melihat masih tingginya penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini, maka dokter selalu memberikan edukasi ketika pasien datang berobat. Pasien diedukasi untuk menghabiskan obat malaria sesuai dengan aturan minum obat yang diberikan serta menghindari gigitan nyamuk. Khusus untuk pasien ibu hamil dengan malaria agar lebih hati-hati dalam mengkonsumsi obat malaria, harus berdasarkan resep dokter yang didapatkan saat melakukan pemeriksaan. (Sitha)




















