Timika (suaramimika.com) – Puskesmas Alama bertindak cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan melakukan evakuasi terhadap salah satu pasien yang mengalami tindak kekerasan untuk mendapatkan pengobatan di RSUD Mimika.
Kepala Puskesmas Alama, Saulus Pokniangge, Rabu (4/2/2026) mengatakan, pihaknya telah melakukan proses rujukan pasien emergency dari Distrik Alama untuk berobat di Timika. Pasien dirujuk untuk mendapatkan penanganan di dokter mata dan dokter bedah di RSUD Mimika.
Proses rujukan pasien dilakukan pada Tanggal 27 Januari lalu oleh Puskesmas Alama dari Kampung Senawak. Pasien diketahui dibacok oleh salah satu warga yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelaku disebutkan membacok korban di pelipis dan mengenai mata sehingga menimbulkan pendarahan selama tiga hari.
“Pada hari ke empat kami evakuasi menggunakan pesawat cargo karena pesawat subsidi belum ada jadi kami carter. Kami (Bapak Kapus/kepala Puskesmas) bersama satu staf perawat) datang jemput pasien ke Alama lalu antar ke Timika untuk dapat penanganan oleh dokter di RSUD,” ujar Saulus.
Kata Saulus, sampai saat ini ia mengakui jika belum ada pelayanan kesehatan di Puskesmas Alama dikarenakan belum ada penerbangan oleh pesawat subsidi maupun helikopter.
“Subsidi pesawat dari pemerintah untuk aktivitas pelayanan kesehatan maupun pemerintahan belum ada sehingga kami masih menunggu pesawat untuk dibuka kembali,” ungkapnya.
Jika ke depan pelayanan penerbangan subsidi sudah ada tambahnya, maka pekan depan pihaknya akan menggunakan fasilitas tersebut untuk melakukan tugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Alama.
“Harapan kami mudah-mudahan keamanan bisa dijamin dan dalam hal ini sudah ada kerja sama dengan masyarakat juga untuk menjamin keamanan itu sendiri dalam hal ini KSO,” pungkas Saulus. (Sitha)




















