Timika (suaramimika.co.) – Guna melakukan pembinaan tilawatil qur’an secara berjenjang, sekaligus penguatan struktur organisasi.
Maka Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Mimika, membentuk kepengurusan di tingkat distrik. Setelah dibentuk di Distrik Wania, kemudian disusul Distrik Kuala Kencana hari ini, Jumat (13/2/2026).
Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Drs. Muhammad Darwis mengatakan, selama kurang lebih 20 hingga 30 tahun LPTQ berjalan di Mimika, kepengurusan hanya terbentuk di tingkat kabupaten dan belum pernah dibentuk di tingkat distrik.
“Selama ini LPTQ berjalan hanya di tingkat kabupaten. Baru pada tahun 2025, melalui rapat di Nabire bersama LPTQ se-Papua Tengah, diputuskan bahwa mulai tahun 2025 dan seterusnya struktur LPTQ harus dikembalikan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Struktur LPTQ jelas Darwis, mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 1977 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 151 Tahun 1977, yang mengatur pembentukan LPTQ secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga distrik, bahkan desa.
Adapun tujuan pembentukan struktur berjenjang ini adalah agar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dimulai dari tingkat desa, kemudian berlanjut ke tingkat distrik, kabupaten, hingga provinsi.
“Perwakilan desa akan bertanding di tingkat distrik, lalu dari distrik bertanding di tingkat kabupaten. Juara kabupaten nantinya akan dikirim ke MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah,” ungkapnya.
Darwis menyebutkan, pada tahun ini terdapat lima distrik yang akan berpartisipasi dalam MTQ tingkat Kabupaten Mimika, yakni Distrik Tiwaka, Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama, dan Distrik Mimika Timur.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah untuk tiga agenda besar, yakni MTQ tingkat kabupaten, MTQ tingkat provinsi Papua Tengah, serta agenda pembinaan lainnya.
“Tahun ini, Mimika mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Kita harus menunjukkan bahwa kita bukan hanya sukses dalam prestasi, tetapi juga sukses dalam penyelenggaraan,” tegasnya.
Darwis berharap pemerintah distrik dapat menjadi pilar utama dalam mendukung dan menyosialisasikan kegiatan LPTQ kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi ulang TPQ dan TPA di setiap wilayah sebagai bagian dari pembinaan dari akar rumput.
“Kita tidak hanya fokus pada pelaksanaan MTQ, tetapi juga pembinaan. Seluruh TPQ dan TPA harus didata dan diverifikasi kembali agar pembinaan berjalan maksimal,” papar Darwis. (Sitha)













