Timika (suaramimik.com) – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Distrik Wania, Tahun 2026 menghasilkan 212 usulan.
Musrenbang diikuti oleh kepala kampung, dan lurah yakni dari Kelurahan Kamoro Jaya, Wonosari Jaya dan Inauga serta Kampung Nawaripi, Kadun Jaya, Mandiri Jaya, dan Mowokauw Jaya.
Musrenbang yang digelar pada Jumat (27/2/2026) di kantor Distrik Wania ini, dilakukan dengan tujuan untuk menyelaraskan prioritas pembangunan melalui partisipasi masyarakat, menjaring aspirasi warga, serta merumuskan dokumen perencanaan dari kampung, kelurahan dan kecamatan yang transparan dan akuntabel.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau mengatakan bahwa Musrenbang Distrik sangat penting, sebagai tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
“Forum ini menjadi wadah strategis, dalam menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik. Guna memastikan bahwa setiap program dan kegiatan pembangunan yang direncanakan, benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah Distrik Wania,” ujarnya.
Menurutnya, melalui Musrenbang tidak hanya dibahas rencana pembangunan semata, tetapi juga komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Bokeyau mengharapkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap usulan program yang dihasilkan benar-benar berkualitas, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, SSTP mengatakan sampai sejauh ini jumlah usulan yang disepakati pada agenda Musrenbang tahun ini sebanyak 212 usulan.
Usulan ini belum termasuk dari Kampung Mawokauw Jaya, karena masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut usulannya.
“Kita (Distrik Wania) ada 212 usulan di luar Mawokauw Jaya, karena kita masih mau koordinasi lebih lanjut,” ujar Merlyn.
Pada agenda Musrenbang ini kata Merlyn, ada tiga hal utama yakni disepakati prioritas pembangunan yang benar-benar selaras dengan tema Kabupaten Mimika terutama penguatan ekonomi kerakyatan dan digitalisasi layanan publik untuk tahun 2027.
Ke dua, soal ketegasan mengenai kebersihan lingkungan dan pengembangan bank sampah di setiap kelurahan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bukan sekedar pengelolaan sampah saja.
Terakhir distrik memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, agar terintervensi ke depan benar-benar berbasis data dan tepat sasaran. (Sitha)













