Pemerintahan

Silaturahmi, Halal Bihalal dan Doa Syukur Awali Kinerja Brida Mimika

×

Silaturahmi, Halal Bihalal dan Doa Syukur Awali Kinerja Brida Mimika

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Brida, Slamet Sutedjo bersama Pastor Beni Magai, Ustadz Abdul Karim dan para pegawai usai doa syukur memulai kinerja di Tahun 2026.

Timika (Suaramimika.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika, memulai kinerjanya di Tahun 2026 dengan agenda silaturahmi, halal bihalal dan doa syukur yang dipimpin oleh Pastor Beni Magai kemudian dilanjutkan Ustadz Abdul Karim, pada Selasa (31/3/2026) di kantor Brida di Jalan C Heatubun.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Herry Onawame mengatakan, Brida ini menjadi OPD teknis yang benar-benar menyentuh dan memberi dampak positif, terhadap perubahan yang beranjak pada visi dan misi bupati dan wakil bupati.

Untuk itulah ia berharap pimpinan dan staf Brida dapat terus berkomunikasi, dan bersama-sama untuk menjalankan tugas-tugas di Brida ini.

Selanjutnya Brida ini, adalah salah satu badan yang baru dibentuk sesuai dengan kebutuhan di daerah ini. Dengan adanya Brida, bupati berharap Mimika sebagai smart city bisa mengambil peran, untuk perwujudkan kota cerdas ini.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Brida Mimika, Slamet Sutedjo menyebut jika Brida lahir menjadi harapan baru, dan dasar dari semua kebijakan dan harus by riset. Dengan riset maka kebijakan tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat.

Inovasi, kreativitas kata dia tidak harus lahir dari bangunan, fasilitas yang melimpah, namun dari tempat yang standar seperti ini ia meyakini dengan ikhtiar, kerja ikhlas dan cerdas dengan benar-benar melayani masyarakat maka takdir dari Tuhan akan membersamai dalam mewujudkan visi dan misi bupati-wakil bupati Mimika untuk menciptakan inovasi.

Di Tahun 2025 kata Slamet, ada 74 inovasi di daerah ini. Maka dengan adanya Brida, diharapkan jumlah inovasi akan meningkat. Begitupun dengan riset tidak ada didalam lemari saja namun dilakukan, dipertanggungkan dan menjadi salah satu dasar bagi pengambilan kebijakan oleh pimpinan daerah.

“Kita harus komitmen untuk mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati. Dengan inovasi dan riset yang ada, dapat dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan bagi pimpinan daerah. Bukan tidak ada salah, tapi meminimkan adanya kesalahan,” pungkas Slamet. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *